Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ciporeat Akan Dikembangkan Menjadi Pusat Agrowisata Kopi dan Kelor

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_45585.jpg

    Kab. Bandung --- Bank bjb  melalui program CSR menanam 1.000 bibit pohon di Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Rabu (26/1/2022). Acara yang dikerjasamakan dengan Yayasan Maratia ini diharapkan mampu menggerakan perekonomian masyarakat sekitar karena pohon yang ditanam bersifat produktif.

    Ketua Yayasan Maratia Gilang Hartanto, mengatakan, program bertajuk 'Maka Lestari' ini sepenuhnya merupakan kegiatan CSR bank bjb.

    "Kami sebagai lembaga nirlaba yang dipercaya menjadi mitra bank bjb dalam penanaman pohon ini," katanya.

    Pihaknya memilih bibit pohon kopi karena diyakini memberi efek ekonomi yang lebih cepat. Terlebih, menurutnya masyarakat di sekitar lokasi penanaman sudah akrab dengan penanaman pohon kopi Manglayang yang pemasarannya sudah cukup luas.

    "Ini sesuai dengan permintaan masyarakat di sini. Selain karena memberi efek ekonomi yang cukup baik, pohon itupun memberi efek konservasi yang juga sangat baik," katanya.

    Kepala Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Supriatna, mengucapkan terima kasih karena wilayahnya mendapat bantuan bibit kopi dan kelor. Menurut dia, terdapat tiga kelompok tani di wilayahnya yang aktif menanam dan menghasilkan biji kopi yang diberi nama Manglayang.

    "Ada sekitar 70 warga kami yang tergabung di tiga kelompok tani itu," katanya di lokasi penanaman. Dia berharap produktivitas kopi dari daerahnya bisa terus meningkat.

    Terlebih, menurutnya terdapat banyak lahan yang siap digunakan untuk perkebunan kopi tanpa mengenyampingkan fungsi konservasi.

    "Ada lebih dari 10 hektare yang siap ditanami kopi," kata Supriatna.

    Lebih lanjut, dia berharap desanya juga bisa menjadi lokasi untuk pengembangan kopi. Selain diyakini mampi menghasilkan kopi dengan kualitas yang baik, dia juga optimistis para pegiat kopi di daerahnya siap memberikan ilmi dan pengalamannya dalam berkebun kopi.

    "Mudah-mudahan dukungan CSR seperti ini berkesinambungan. Kami ingin desa ini jadi tempat edukasi kopi, syukur bisa jadi tempat wisata terkait edukasi kopi," ujar Supriatna.

    Bahkan, dia berharap nantinya kopi Manglayang menjadi ciri khas wilayahnya.

    "Mudah-mudahan ke depan kopi Manglayang ini jadi ciri khas desa kami. Bahkan bisa mendunia," ucap Supriatna. (*FAU)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus