Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Situ Bagendit Akan Dikelola Disparbud Garut, Pihak Ketiga, dan Bumdes

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_45500.jpg

    Kab. Garut--- Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman menyatakan, pengelolaan objek wisata Situ Bagendit yang kini mencapai tahap akhir akan diberikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, bekerja sama dengan pihak ketiga dan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa).

    “Ya, kita rencana (objek wisata) dikelola oleh Disparbud bekerja sama dengan pihak ketiga, nanti pihak ketiga yang bekerja sama dengan BUMDES, dengan masyarakat,” kata Wabup saat meninjau pembangunan revitalisasi Objek Wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Selasa (18/1/2022).

    Helmi mengajak masyarakat untuk bekerja sama mengembangkan Objek Wisata Situ Bagendit dengan mendirikan bangunan di sekitar objek wisata, sesuai dengan ketentuan.

    “Jadi jangan khawatir ya masyarakat, ini untuk masyarakat, masyarakat ada yang punya tanah di sini bisa mengembangkan untuk villa untuk lain sebagainya,” katanya.

    Pihaknya kini sudah menyiapkan konselor arsitektur yang dapat membantu masyarakat secara gratis di kantor kecamatan, guna menentukan bangunan seperti apa saja yang boleh didirikan.

    “Jadi untuk mendirikan bangunan tolong pemerintah menyiapkan konsultan arsitekturnya, nanti masyarakat yang bikin bangunan ini harus mengikuti bentuknya sesuai dengan apa yang sudah kita tentukan,” katanya.

    Helmi mengatakan ada beberapa pembangunan yang harus diperbaiki karena belum sesuai standar yang ditentukan.

    “Kalau kita lihat  kualitas dari TPT (Tembok Penahan Tanah)nya kurang bagus kualitas pemasangan paving block-nya, tidak rapih,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, nilai kontrak pada penataan kawasan Situ Bagendit yakni sebesar Rp81.172.754.000 dengan lingkup pengerjaan antara lain: pembangunan pintu masuk dan area parkir, area plaza, dermaga wisata, amfiteater, pujasera, masjid, serta bangunan penunjang lainnya. 

    Total lahan yang dibutuhkan pada penataan tahap pertama seluas 3,5 hektare, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer, dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektare. (rdp*)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus