Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Purwakarta Resmikan Tajug Tri Bhakti SMPN 1 Pasawahan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_45447.jpg

    Kab. Purwakarta - Tajug Tri Bhakti yang berada di lingkungan SMPN 1 Pasawahan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan ahlak terpuji dan untuk memperdalam ilmu agama dan umum. Dari tajug ini diharapkan lahir anak-anak Purwakarta yang berkarakter, cerdas, tangguh dan berakhlakul karimah.

    Demikian disampaikan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika pada peresmian Tajug Tri Bhakti SMPN 1 Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/1/2022).

    Dalam peresmian tersebut turut hadir Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta Purwanto, jajaran pengajar SMPN 1 Pasawahan, Camat Pasawahan, Kapolsek, Danramil, Kades Pasawahan, Para Kepala Sekolah SMPN se-Purwakarta, serta para tamu undangan.

    Ambu Anne --sapaan Anne Ratna Mustika-- juga mengapresiasi Disdik dan SMPN 1 Pasawahan serta para pihak yang telah membangun Tajug Tri Bhakti ini.

    "Pemerintah sangat memaklumi saat ini sedang dalam masa sulit, bisa membangun tajug dimasa pandemi ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa," katanya.

    Berkaitan dengan rencana menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kecamatan Pasawahan. Menurut Ambu Anne, saat ini vaksinasi anak usia 6-11 tahun di wilayah tersebut sudah mencapai 79 persen.

    "Dan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya agar terus mengupayakan vaksinasi anak bisa dipercepat sampai minggu depan," katanya.

    Ambu Anne juga kembali mengingatkan agar para siswa juga harus bisa tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), tidak boleh ada yang melanggar, sebab dunia pendidikan harus menjadi yang terbaik dalam penerapan prokes sebagai contoh untuk keluarga dan masyarakat.

    Dalam agenda tersebut, Ambu Anne juga memberikan bantuan program Beas Kaheman secara simbolis kepada siswa yang kurang mampu, dimana beras ini berasal dari sumbangan para siswa yang mampu sebanyak satu gelas setiap siswanya.

    Usai giat di SMPN 1 Pasawahan, Ambu Anne melanjutkan agenda untuk menyaksikan ajang kreativitas dari para guru dan siswa di SMPN 1 Bungursari, yaitu membuat batik ecoprint.

    Kerajinan batik tersebut dibuat tanpa menggunakan zat kimia. Semuanya dibuat dari bahan-bahan alami, pewarnanya juga alami.

    "Prosesnya luar biasa, ini adalah yang pertama di Kabupaten Purwakarta. Pemerintah akan support ini melalui Dinas Pendidikan," katanya.

    Ke depan, lanjut Ambu Anne, kita rencanakan juga agar dibuatkan ruang produksi yang representatif agar produksinya lebih banyak dan lebih maksimal.

    "Tentu kita juga bantu dalam hal pemasarannya melalui Galeri Menong dan juga gerakan-gerakan kita dalam upaya pemulihan ekonomi daerah. Terimakasih kepada para guru, tutor, kepala sekolah dan tentu saja Dinas Pendidikan yang telah menghasilkan industri kreatif yaitu batik ecoprint di SMPN 1 Bungursari," katanya.

    Kepala Disdik Kabupaten Purwakarta Purwanto mengatakan bahwa batik ecoprint adalah salah satu produk hasil implementasi program Tatanen di Bale Atikan.

    Menurutnya, melalui program ini, Disdik mendorong setiap sekolah mempunyai keunikan dan keunggulan masing-masing sesuai potensi yang dimiliki oleh sekolah.

    "Hal demikian tidak lepas dari visi Sekolah Merdeka berkreasi dan produksi, selain menyadarkan kesadaran hidup ekologi, Program Tatanen di Bale Atikan berorientasi pada bagaimana siswa kita kreatif dan produktif disekolahnya masing-masing. Hari ini kita menyaksikan betapa hebatnya SMPN 1 Bungursari," kata Purwanto.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus