Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Produk Unggulan Holtikultura Harus Ditunjang Drainase dan Embung

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44966.jpg

    Kab. Garut --- Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman mengatakan, dalam mengembangkan produk unggulan holtikultura harus dibarengi oleh drainase dan embung, yang kegunaannya jelas untuk menampung air, sehingga tidak terjadi banjir.

    “Ketika kita nanti produk unggulannya adalah holtikultura, saya ingin juga ini dibarengi dengan drainase dan embung. Jadi kalaulah misalkan itu hanya mengandalkan drainase-drainase sekarang yang alirannya tidak jelas, embung ada di situ tapi alirannya tetap ke sungai, ini harus diperhatikan,” katanya di hadapan peserta Seminar Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten Garut Tahun 2021, di Ballroom Hotel Santika, Kabupaten Garut, Kamis (2/11/2021).

    Seminar bertema “Pengembangan Produk Unggulan Daerah Agribisnis Holtikultura Melalui Inovasi Smart Farming Untuk Mendukung Perekonomian Kabupaten Garut” digelar oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Garut.

    Helmi berharap, dalam pengembangan produk unggulan holtikultura ini dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang dimiliki oleh Kabupaten Garut, salah satunya yaitu budaya bertani yang harus lebih dikembangkan.

    Kabupaten Garut sebagai daerah konservasi, kemudian sebagai daerah rawan bencana, dan banyaknya pegunungan, serta petani yang masih konvensional dan tradisional.

    Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki 81 persen lebih wilayah konservasi, seharusnya mendapatkan kompensasi dari pemerintah pusat maupun provinsi, di mana Kabupaten Garut memiliki sumber air yang dialirkan ke lima kabupaten melalui Sungai Cimanuk.

    “Kita memang daerah untuk murni untuk pertanian, murni untuk permukiman itu sangat kecil. Nah makanya ketika kita bicara unggulan nah kita bisa sesuaikan dengan daerah kita,” ujarnya.

    Kepala Bappeda Garut Agus Ismail mengatakan, core area perekonomian Kabupaten Garut berada pada sektor perekonomian dan pariwisata. Meskipun sektor lain mendapat peningkatan dalam persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), Agus berharap sektor pertanian harus tetap menjadi unsur utama yang didukung oleh sektor-sektor lain.

    “Tentu saja kami melihat bahwa pertanian itu masih memiliki potensi yang sangat besar di Kabupaten Garut untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi Garut, dimana sampai dengan hari ini PDRB dari sektor pertanian masih pada kisaran 37,97 persen atau 38 persen,” imbuhnya. (*FAU)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus