Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Melalui Pertujukan Rakyat, Pemdakab Ciamis dan Bea Cukai Tasikmalaya Sosialiasikan Gempur Rokok Ilegal

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44907.jpg

    Kab. Ciamis --- Dalam upaya optimalisasi sosialisasi gempur peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Ciamis, Pemdakab Ciamis bersama Bea Cukai Tasikmalaya gelar Pertunjukan Rakyat (Petunra) yang dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Ciamis pada Minggu malam. 28/11/21.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekda Ciamis Tatang didampingi unsur Forkopimda, para kepala SKPD lingkup Kabupaten Ciamis dan perwakilan Bea Cukai Tasikmalaya, serta disiarkan langsung secara virtual melalui kanal YouTube Diskominfo Ciamis.

    Acara Petundra diawali pembacaan syair puisi oleh Jaro X, Yus,  kesenian Tari Kele, Tarian Jaipong Dewi Sartika dan Pagelaran Wayang Golek yang dilanjutkan dengan talkshow.

    Turut ditampilkan Sapagodos Band dengan membawakan tiga buah lagu andalannya yang berjudul Gempur Rokok Ilegal, Sang Prabu dan Wisata di Ciamis Aja.

    Sekda Ciamis memiliki keyakinan melalui pagelaran seni budaya ini sosialisasi perundang-undangan yang merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020, tentang ketentuan alokasi DBHCHT tahun 2021 bisa tercapai. 

    Menurutnya, kesenian memiliki posisi yang strategis sebagai media sosialisasi, melalui kegiatan seni, manusia akan mampu mengasah kepekaan hati dan nurani yang pada akhirnya akan memperhalus budi pekerti dan tingkah laku masyaraka.

    " Harapan saya, kegiatan gelar pertunjukan seni budaya ini merupakan salah satu inovasi dalam sosialisasi peraturan perundang-undangan di Bidang Bea Cukai ini dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” ungkap Sekda.

    Ciri-Ciri Rokok Ilegal

    Pejabat Fungsional Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Bea Cukai Tasikmalaya Ismail Hakim dalam talkshownya menjelaskan lima ciri-ciri rokok illegal. Pertama, polos yaitu rokok yang diedarkan, dijual, atau ditawarkan tidak dilekati pita cukai. Kedua, palsu atau dipalsukan yaitu rokok yang diedarkan dengan menggunakan pita cukai yang bukan asli atau disama-samakan dengan yang asli. Ketiga, Bekas yaitu rokok yang diedarkan dengan menggunakan pita cukai yang sudah pernah dipakai sebelumnya pada bungkus yang lain.


    Keempat, Salah Peruntukkan yaitu rokok yang diedarkan dengan menggunakan pita cukai yang tidak sesuai dengan volume, kuantitas, berat, tarif, Harga Jual Eceran (HJE) atau jenisnya. Kelima, salah personalisasi yaitu rokok yang diedarkan dengan menggunakan pita cukai yang bukan hak nya, tidak sesuai nama perusahaan atau pabrik pembuatnya.

    Sementara itu, Kepala Diskominfo Ciamis Dondon Rudiana berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini dapat menekan peredaran rokok illegal di Kabupaten Ciamis.

    “Mari kita jadikan Kabupaten Ciamis menjadi kawasan tanpa peredaran rokok illegal,” ungkap Dondon. (*FAU)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus