Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tahun 2023 ada sekitar 70 ribu Lapangan Kerja di Kabupaten Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44460.jpg

    Kab. Garut --- Bupati Garut Rudy Gunawan memperkirakan di tahun 2023 ada sekitar 70 ribu lapangan kerja dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sekitar Rp2,5 juta, menjadikan Garut sebagai pangsa pasar untuk perumahan.

    “Saya kira sekitar 80% belum punya rumah, jika di bayangkan 70.000 dengan gaji sekarang UMK kita di 2023 di perkirakan mencapai 2,5 juta di luar lembur dan lain sebagainya, makannya kalau posisi kita nanti di tahun 2023 pasar untuk perumahan makin hari makin meluas,” katanya dalam sambutan peresmian pembukaan Kantor Cabang Pembantu Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Garut, Senin (25/10/2021).

    Rudy menambahkan, dengan adanya perekrutan besar-besar dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tentu menjadi pangsa pasar juga bagi sektor perumahan yang ada di Kabupaten Garut.

    Rudy mengatakan, pembukaan Bank BTN Syariah merupakan langkah yang tepat, karena setelah ada sektor industri, kini laju pertumbuhan ekonomi di Garut kini semakin baik.

    Ia mengungkapkan, Bank BTN merupakan salah satu bank terbaik dalam memberikan Kredit Pemilihan Rumah (KPR) di Kabupaten Garut, apalagi perumahan yang sudah teruji itu adalah KPR BTN. BTN dinilai sebagi bank profesional yang mengurus masalah perumahan apalagi dengan syariah.

    “Tapi perumahan yang sudah teruji itu adalah KPR BTN, BTN adalah bank profesional yang mengurus masalah perumahan apalagi dengan syariah, karena sekarang ini di Garut ada organisasi besar Lariba,” katanya.

    Ia berharap, dengan adanya Bank BTN Syariah di Garut ini, bisa bersimultan dengan kebutuhan rumah layak huni bagi keluarga muda yang ada di Kabupaten Garut yang mempunyai prospek ekonominya bagus tapi dia tidak punya akses.

    “Bukan saja yang mereka yang mempunyai penghasilan dari PNS atau PPPK atau yang penghasilan dari pabrik, tapi mereka keluarga keluarga muda (juga) mendapatkan tempat yang sangat layak," katanya

    Rudy juga mengungkapkan, saat ini di Garut masih terdapat 50.000 rumah tidak layak huni, meskipun selama 7 tahun terakhir ini, pemerintah telah mengucurkan Rp80 miliar untuk mensubsidi rumah tidak layak huni.

    Kepala BTN Kanwil Jabar Edward mengatakan, BTN sudah ada di Garut sejak 29 tahun yang lalu. Ia juga meyakinkan, pihaknya akan menjalankan semua transaksi perbankan secara transparans dan disiplin.

    “Sebagai satu kesatuan bank, kami juga punya unit syariah (dan) kami bawa ke sini untuk melayani masyarakat, pilihan bapak ibu untuk dilayani kami punya dua-duanya, dan ini kami yakinkan kepada bapak, kami jalankan semua transaksi perbankan secara transparansi, dan disiplin, Insyaallah berkah.” imbuhnya.
    (humaspemkab.Garut/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus