Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dinas KUK Jabar Terus Mendorong UMKM Tingkatkan Kemampuan Digital untuk Perluasan Pasar

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG - Momentum pemulihan ekonomi tak bisa dilepaskan dari peranan usaha mikro, kecil dan menengah atau UKM. Di era industri 4.0, perlu transformasi UKM untuk mampu memanfaatkan sarana digital.

    Kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat (Jabar) Kusmana Hartadji menyebutkan berdasarkan data BPS perekonomian Jabar tumbuh 6,13 persen dimana sektor jasa dan kesehatan tumbuh cukup tinggi.

    "Tapi kami masih memiliki pekerjaan yang perlu dituntaskan yakni transformasi digital UMKM," ujarnya dalam pembukaan webinar JNE Goll..aborasi Bisnis Online, Senin (27/9).

    Tercatat dari 4.496.484 UMKM Jawa Barat, sebanyak 3,5 juta UMKM belum go digital.

    Gelaran webinar ini dibuka oleh Atalia Praratya Ridwan Kamil, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat. “Semoga webinar ini memberikan Insight strategi penjualan di era digital untuk meningkatkan potensi UMKM," ujarnya.

    Lebih dari 290 pegiat UMKM di Indonesia hadir pada gelaran ini untuk menyimak tips sukses menjalani bisnis dari para pembicara yang hadir, diantaranya adalah Iyus Rustandi selaku Branch Manager JNE Bandung, Dewa Eka Prayoga selaku Founder Billionaire Coach ID, dan Meyta Retnayu Lestari, dari Kaynn Craft. 

    Iyus Rustandi selaku Branch Manager JNE Bandung mengatakan JNE Bandung siap berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama UKM Bandung. 

    “Kita menyediakan e-fulfillment, ini jadi salah satu bagian dari upaya kami untuk meningkatkan daya saing teman-teman UKM. Dan ada juga solusi digital payment, kami bekerjasama dengan para fintech. jadi customer saat COD bisa juga melakukan pembayaran dengan dompet digital," jelasnya.

    Pandemi COVID-19 sempat berdampak bagi berbagai sektor usaha, hal ini turut dirasakan Meyta. Merintis Kaynn craft sejak 2011, lulusan seni rupa ITB ini mengungkap bisnisnya mulai terdampak pandemi sejak September 2020. 

    “Awal 2020 sampai bulan Juli sama sekali belum terdampak, masih bisa dikatakan stabil. Goyah di September," ujarnya bercerita.

    Goyahnya Kaynn Craft kala itu menjadi dorongan bagi Meyta untuk memperdalam digitalisasi bisnisnya.

    “Di 2020 kita bekerja sama dengan sebuah digital agency untuk ads. Di 2021 awal kita sudah mulai stabil lagi. Saya kebantu banget dari ads.”, ujar Meyta. 

    Saat ini Kaynn Craft sudah menjalani bisnisnya 90% secara online, baik melalui sosial media dan e-commerce. Baginya perubahan customer behaviour yang ada secara otomatis menjadi pendorong bagi para pelaku usaha untuk mampu beradaptasi di ranah online.(rep.guh)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus