Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kabupaten Garut Terima 10 Ribu Dosis Vaksin dari BI dan OJK Jabar

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43891.jpg

    Kab. Garut --- Bupati Garut Rudy Gunawan secara simbolis menerima penyerahan 10 ribu dosis vaksin yang diberikan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jabar untuk Kabupaten Garut, yang diterima secara langsung di Ruang Pamengkang, Kabupaten Garut, Senin (13/9/2021).

    Rudy mengatakan, vaksin yang diterima dari BI dan OJK Jabar ini, nantinya akan langsung disebarluaskan ke puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Garut.

    “OJK (dan) BI itu memberikan vaksin 10.000, melalui jalur dengan REI, melalui Changshin juga, jadi kami ini dapat 10.000 kami sudah bagikan nanti ke puskesmas-puskesmas,” katanya.

    Ia mengungkapkan, meski vaksin ini diutamakan untuk orang-orang yang berkaitan dengan perbankan, seperti nasabah bank dan lain sebagainya, ia tetap akan memberikan kepada masyarakat Garut yang siap dan bersedia untuk divaksin.

    “Jadi dari BI itu (diutamakan) untuk (seperti) nasabah Bank Jabar, muter aja di mana, BTN, semualah perbankan nasabahnya semuanya, iya (diutamakan untuk nasabah), termasuk (nasabah) BRI orang kampungkan ada, semua aja, tapi kan semua warga Garut harus ada itu (vaksinasi),” katanya.

    Sementara itu, dalam sambutannya Kepala OJK Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono mengatakan, pihak pemerintah pusat mempunyai target sekitar 10 juta vaksin se- Indonesia dengan prioritas pemberian vaksin adalah pegawai dan nasabah dari industri keuangan.

    “Dari kantor pusat disampaikan bahwa kita punya target 10 juta vaksin untuk se-Indonesia, tapi kemudian sampai dengan bulan September kalau gak salah tuh kita fasilitasi untuk sekitar 438 ribu vaksin, kemarin datang sekitar 42 ribu (vaksin) yang tahap pertama, kemudian datang lagi 112 ribu sudah datang, dan juga barusan kemarin datang lagi 93 ribu vaksin,” katanya.

    Ia menilai vaksinasi ini merupakan sebuah game changer atau pengubah dalam pengendalian wabah COVID-19 yang bisa meningkatkan kepercayaan diri dan berdampak pada meningkatnya imunitas pada diri seseorang. Namun, ia tetap berpesan walaupun sudah divaksin tetap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ada.

    “Karena memang harapan kami memang betul bahwa vaksinasi adalah game changer karena kita lihat bahwa dengan vaksinasi maka tidak hanya dari sisi kita ada vaksin di dalam, tetapi kepercayaan diri muncul yang meningkatkan imunitas,”katanya.

    Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan (KPw) BI Jabar Herawanto mengatakan, acara pemberian vaksin kepada Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut ini dirasa istimewa, karena acara ini didukung oleh berbagai pihak dari mulai pihak perbankan, pengusaha, dan pihak lainnya.

    Ia mengatakan, alokasi 10 juta vaksin ini sebagai bentuk dari burden sharing atau skema penanggungan beban antara Pemerintah dan Bank Indonesia, dalam rangka mendukung pergerakan perekonomian Indonesia.

    “Ini juga sebagai salah satu bentuk dari implementasi alokasi burden sharing oleh Bank Indoneisa yang ini di luar pakem sebenernya, jadi sangat-sangat sifatnya extraordinary bank central menyediakan pendanaan ratusan triliun demi untuk mendukung bergeraknya perkonomian Indonesia. Tetapi mau tidak mau tentunya harus dilakukan, salah satu bentuk dari pembiayaan tersebut tentunya adalah vaksinasi. Oleh karena itu muncullah 10 juta alokasi khusus untuk industri jasa keuangan dan sistem pembayararan,” katanya.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Jabar Joko Suranto sebagai pihak yang menggagas acara ini mengatakan penanganan pandemi COVID-19 ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja melainkan melainkan semua pihak.

    “Kita tahu semuanya bukan hanya pengusaha (yang terdampak COVID-19), Pemda pun juga kerepotan, pemerintah juga kerepotan, dana PEN begitu banyak ratusan triliun dan sebagainya, dan ini adalah upaya kita bersama, makannya kalo Pak Bupati lihat nanti banyak logo-logo perusahaan-perusahaan karena apa? Memang (penanganan pandemi ini) harus kita kerjakan bersama, tidak bisa satu pihak.” katanya.

    Dalam kegiatan ini, Bupati Garut, didampingi oleh Asda 2 Bidang Perekonomian Toni Tisna Somantri, Kepala Pelaksana BPBD Garut Satriabudi, Kepala Disnakertrans Garut Erna Sugiarti, dan unsur pimpinan lain dari lingkungan Pemdakab Garut.

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus