Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Berikut Rekomendasi Akademisi dan Bank Indonesia untuk Percepatan Infrastruktur di Jabar

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43524.jpg

    KOTA BANDUNG - BUMN Center Unpad, Institut Teknologi Transportasi (ITL) Trisakti, dan Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat (Jabar) menggelar Infrastruktur Forum, Sabtu (14/8/2021) secara daring. Kegiatan yang merupakan sinergitas stakeholder infrastruktur logistik tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi nyata untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Jabar.

    Infrastruktur forum merupakan kegiatan yang mempertemukan seluruh stakeholder di Jabsr dalam rangka proses mewujudkan kolaborasi pentahelix untuk merealisasikan terbentuknya “Public-Agencies” untuk pembangunan dan investasi infrastruktur di Jabar. 

    Ketua BUMN Center Universitas Padjadjaran Yudi Azis mengatakan melalui berulang kali diskusi dan pembahasan kegiatan Infrastruktur Forum 2021 yang juga merupakan Road to West Java Investment Summit tersebut mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Jabar dalam mengakselerasi pengembangan infrastruktur. 

    “Rekomendasi ini diharapkan menjadi satu kado ulang tahun ke-76 bagi Provinsi Jawa Barat pada 19 Agustus 2021,” katanya, melalui keteranganpersnya, Sabtu.

    Yudi sebagai session chair mengatakan, kriteria prioritas pembangunan infrastruktur Jabar saat ini adalah membangun konektifitas Infrastruktur yang berbasis digital teknologi. 

    Hal tersebut dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Diantaranya melalui creative financing sebagai diversifikasi sumber pembiayaan serta memanfaatkan digital banking, kemudian melalui inter konektivitas hub dan digitalitasi logistik antara Jabar utara dan selatan, dengan menjaga pengelolaan Ekonomi Kawasan Konservasi Berbasis Teknologi, dengan prioritas bagi pengembangan agro industri dan pariwisata.

    “Serta sinergitas Antar Stakeholders dengan pendekatan Pentahelix  untuk penguatan konektivitas, regulasi, dan penetapan prioritas, serta debottlenecking infrastruktur logistik baik di tingkat nasional terkait jabar maupun ditingkat regional Jabar,” katanya.

    Rekomendasi ditekankan pada pemanfaatan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) serta pembangunan Patimban, dimana pembangunan infrastruktur penghubung harus dipercepat.

    Akses ke Pelabuhan Patimban dengan menggunakan kereta api dari Stasiun Pegadenbaru (36,4 km) akan mendorong pertumbuhan Petikemas melalui Pelabuhan Patimban, apalagi bila mengoperasikan kereta api kontainer bertingkat yang tidak memungkinkan lagi melalui Pelabuhan Tanjung Priok karena hambatan jalan layang.

    Bandara BIJB harus berkolaborasi dan mendukung Bandara Soekarno Hatta Jakarta, serta bersinergi bersama Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan sipil. Apabila jalan tol penghuhung telah selesai dibangun di akhir tahun 2021, maka  jarak tempuh Bandung - BIJB kurang lebih 1 jam, sementara waktu tempuh Bandung – Jakarta kurang lebih 3 jam.

    Pengembangan kawasan industri yang mempunyai nilai tinggi atau high value cargo seperti, barang - barang  elektronik harus dikembangkan disekitar BIJB.

    Sementara itu, Rektor ITL Trisakti Tjuk Sukardiman mengatakan, pembangunan infrastruktur transportasi logistik diharapkan bisa meningkatkan ekonomi jabar dan nasional. Apalagi dengan adanya pembangunan pelabuhan Patimban dan BIJB. Jika dua infrastruktur ini berjalan, maka bisa meningkatkan ekspor, sehingga bisa menaikkan ekonomi Jabar dan nasional.

    "Insya allah dua infrastruktur itu akan memberi dukungan ekonomi yang cukup besar bagi ekonomi Jabar dan nasional," katanya.

    Rektor Unpad Rina Indriastuti mengatakan, ada beberapa pembangunan infrastruktur yang saat ini tampak yaitu pembangunan di kawasan Cirebon, Patimban, BIJB, dan Jabar Selatan. Pembangunan tersebut sangat diperlukan untuk mendorong ekonomi Jawa Barat.

    "Diskusi yang digelar kali ini, sangat penting untuk mengetahui langkah apa yang diperlukan, sehingga bisa segera terimplementasikan dengan baik. Ini bentuk sinergi seluruh stakeholder Jabar. Saya yakin diskusi ini bisa memberi manfaat bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi Jabar," ujarnya. Rep.teguh

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus