Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Atasi Pandemi Dengan Spiritual and Emotional Quotient

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43347.jpg

    Kab. Ciamis --- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis terus berinovasi dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19 di Kabupaten Ciamis yang kian mengkhawatirkan.

    Salah satu inovasi yang digagas Dinkes dan IDI cabang Ciamis adalah dengan menggelar talkshow bertajuk "Atasi Pandemi Dengan Spiritual and Emotional Quotient" yang disiarkan secara virtual pada Kamis (29/7/2021).

    Talkshow ini merupakan sinergitas lintas sektor dan kolaborasi Pentaheliks Dinkes Ciamis, RSOP Ciamis, Pondok Pesantren Darussalam, IDI Cabang Ciamis, Diskominfo Ciamis, Jabar Bergerak Ciamis dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19.

    Kadinkes, dr. H. Yoyo M.MKes mengatakan pentingnya inovasi dan sinergitas dari seluruh pihak dalam menangani pandemi ini.

    "Selama pandemi ini banyak informasi-informasi yang beredar dan menyebabkan pemahaman yang keliru di masyarakat," ungkapnya.

    Lebih lanjut Kadinkes mengatakan tugas kita untuk bersama-bersama mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan ilmiah.

    "Dengan adanya kegiatan talkshow ini saya berharap dapat membuka wawasan kita sehingga kita dapat bersama-bersama-sama memutus mata rantai penularan serta tetap bijak menjalani ujian pandemi ini dengan meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual kita," imbuhnya.

    Acara yang dipandu dr. Eni Rochaeni sekaligus sebagai host acara talkshow ini menanyakan terkait suka duka dalam menjalankan tugas menangani pasien COVID-19.

    dr. Ardan mengatakan sukanya adalah saat melihat pasien kembali pada keluarganya dengan sehat, berlinang air mata karena telah melewati fase kritisnya," ujarnya.

    "Sedang dukanya kita banyak kehilangan, apabila stok oksigen dan obat menipis, kita merasa sedih," imbuhnya.

    Secara umum bagi orang yang dinyatakan terkonfirmasi, menurut dr. Ardan digolongkan menjadi 5 kelompok; tanpa gejala atau OTG, gejala ringan, sedang, berat dan mengancam nyawa atau kritis.

    "Untuk lima itu kita bagi 2 lagi untuk tempat isolasinya ada yang bisa isolasi di rumah, ada yang bisa isolasi di rumah sakit," katanya.

    RSOP Ciamis merupakan Rumah Sakit Orthopedi pertama di Ciamis dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 diharapkannya bisa mendorong RSOP sebagai perluasan RS rujukan COVID-19 di Ciamis.

    Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH. DR. Fadlil Yani Ainusyamsi  atau Ang Icep ditanya host terkait pandangannya soal pandemi ini.

    “Berserah dirilah kepada Allah, takut jangan, abaikan pun jangan,” ujarnya.

    "Ibnu Sina pernah mengatakan ketakutan itu tidak akan berpengaruh apapun pada wabah, bahkan wabah tidak takut pada orang yang takut dan panikan," ungkapnya.

    Ang Icep mengatakan kita harus mewaspadai berita hoaks, dan mengabaikannya saja.

    ”Kita jangan panik dan harus memiliki kesabaran karena adalah permulaan dari pengobatan,” tuturnya. 

    Ang Icep mengajak untuk yakin dan bertanya langsung kepada Alloh terkait penanganan COVID-19 ini.

    “Terlebih kami diberi amanah keluarga besar di kita ada 6.460 lebih anak dari RA hingga Perguruan Tinggi dan kita harus bersikap amanah,” ujarnya.

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus