Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakab Garut Salurkan Bantuan Untuk Beberapa Profesi yang Terdampak PPKM

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43217.jpg

    Kab. Garut --- Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada di level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021, namun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta daerah yang masuk level 3 untuk menerapkan kewaspadaan level 4 dalam PPKM ini.

    Menindaklanjuti hal tersebut, Pemdakab Garut secara resmi meluncurkan bantuan kepada beberapa profesi yang terdampak perpanjangan PPKM di halaman Bank BPR Garut, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum'at (23/7/2021).

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Nurdin Yana menyampaikan, penerima bantuan ini adalah penarik becak, kusir delman, pedagang kaki lima (PKL), seniman, dan supir angkot yang terdampak adanya perpanjangan PPKM di Kabupaten Garut.

    Ia menuturkan, bantuan ini hanya diberikan satu kali dengan besaran yang didapatkan oleh penerima bantuan sebesar Rp250 ribu. 

    "Besarnya bantuan ini juga sifatnyakan hanya stimulan, untuk memberikan bantuan karena adanya rentang waktu perpanjangan (PPKM) ini, jadi kita memberikan di Rp250 ribu/orang satu kali," ujar Sekda Garut.

    Nurdin mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai wujud keberpihakan Pemdakab Garut kepada masyarakatn. 

    "Ini (bantuan) yang kita berikan ke masyarakat Garut, minimal kita memberikan keberpihakan kepada masyarakat sebagaimana instruksi Menteri Dalam Negeri yang tertuang dalam Inmendagri (nomor) 22 tahun 2021," katanya.

    Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Garut Ade Hendarsyah menerangkan, ada sekitar 5.845 warga yang akan menerima bantuan dari Pemdakab Garut ini, terdiri dari pedagang kaki lima sebanyak 2.226 penerima manfaat, penarik becak (461 penerima manfaat), kusir delman (528 penerima manfaat), supir angkutan umum (1524 penerima manfaat), dan para seniman  (1076 penerima manfaat).

    Guna menghindari kerumunan yang terjadi pada saat penyaluran bantuan, lanjut Ade, pihaknya membagi lokasi penyaluran, diantaranya Bank BPR Garut untuk PKL, Kantor Disparbud Garut untuk seniman, Kantor Dishub Garut untuk penarik becak dan kusir delman, dan Kantor Organda Garut untuk sopir angkot. Bantuan akan disalurkan pada Jum'at 23 Juli 2021 dan Senin 26 Juli 2021.

    Ade menjelaskan, untuk bantuan ini Pemdakab Garut mengusulkan dana kurang lebih 1.5 miliar rupiah.  Pihaknya juga berencana akan memberikan bantuan kepada pegawai hotel dan restoran. 

    "Dari 5.000 sekian kita baru usulkan 1 miliar 500 juta, per orangnya dapat 250 ribu, nanti juga ada rencana kita akan salurkan untuk PHRI, bukan pemilik hotelnya tapi untuk karyawan-karyawannya," jelas Kadinsos Garut.

    Salah seorang penerima bantuan, Lukman Santoso (57), yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual kaos kaki di sekitar Jalan Ahmad Yani Garut menyampaikan bahwa selama masa PPKM penghasilannya sangat minim bahkan terkadang tidak ada pembeli sama sekali. Lukman sangat mengapresiasi langkah dari Pemdakab Garut dengan pemberian bantuan ini, dan ia tidak melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan.

    "Alhamdulillah saya gak lihat besar kecilnya yang penting ada perhatian dari pemerintah, itu saya udah terima kasih. Ya alhamdulillah mungkin ini bisa membantu saya dan keluarga saya," ungkap Lukman.

    (Editor: Fauziah Ismi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus