Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Penjelasan Bupati Ciamis

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42937.jpg

    Kab. Ciamis ––– Menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk Melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disesae 2019 di Kabupaten Ciamis secara virtual dari Aula Setda, Jumat, (02/07/2021). 

    Beberapa kebijakan penting yang disampaikan Bupati Ciamis terkait penanganan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Ciamis sehubungan dengan peningkatan angka kasus penyebaran yang meningkat.

    Tracking COVID-19 di tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan pusat terus menjulang tinggi hampir sudah tidak terkendalikan. Hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama sehingga pemerintah pusat sampai daerah diharuskan menerapkan PPKM Darurat ini,” ujarnya.

    Hal ini, menurut Bupati Herdiat tentunya sangat memberatkan untuk kita semua termasuk untuk laju pertumbuhan ekonomi. Tapi satu hal yang tidak boleh kita abaikan adalah ini berkaitan dengan nyawa manusia, kesehatan manusia lebih penting dari segala-galanya, ujarnya.

    Bupati Ciamis menambahkan, adanya Instruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021 ini adalah sikap yang sangat tegas yaitu pelaksanakan PPKM Darurat.

    “Untuk Warga Tatar Galuh Ciamis tentu bukan hal yang baru, karena pada 1 tahun yang lalu kita sudah melaksanakan karantina terbatas yang intinya 90% sama dengan PPKM darurat ini,” jelasnya.

    “Saya harap, bapak, ibu semua dapat memahami, memaklumi dan dapat melaksanakan PPKM Darurat ini, dengan harapan kita dapat menekan laju penularan COVID-19,” tuturnya.

    PPKM darurat ini dilaksanakan di seluruh Jawa dan Bali. Kabupaten Ciamis bersama 15 Kabupaten lainnya berada di level 3, dan 12 kabupaten/kota lain berada di level 4.

    “Level 4 itu artinya zona merah dan level 3 adalah zona oranye,” imbuhnya.

    Ditambahkan Bupati Herdiat, melihat perkembangan COVID-19 meningkat tajam, sebulan kebelakang lonjakannya luar biasa tinggi. Pertama lonjakan dibulan Januari setelah libur natal dan tahun baru serta sekarang lonjakannya sangat fantastis.

    “Hampir semuanya kewalahan untuk meredam laju perkembangan COVID-19 sampai tingkat nasional. Ini perlu kebersamaan, kesadaran bersama, bahu membahu tidak boleh 1 berjalan, dan 1 tidak, kita harus bergerak semua,” ucapnya.

    Untuk keterisian tempat tidur di Provinsi Jabar diatas 90% lebih, bahkan di Kabupaten Ciamis sudah melebihi 100% atau melebihi kapasitas untuk perawatan isolasi, jelasnya.

    “Saya harapkan kepada rekan-rekan ASN, bahu-membahu untuk membantu masyarakat dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk pelaksanaan isolasi. Kita buka 24 bed lagi di RSUD Kawali, dan kepada seluruh puskesmas agar disiapkan bed minimal untuk 4 orang yang menjalankan isolasi bahkan sampai ke tingkat Desa dan RT,” imbuhnya.

    Rakor diikuti oleh seluruh Camat, Kepala Puskesmas, Korwil Pendidikan, Kapolsek, Danramil, Ketua MUI Kecamatan, Ketua TP-PKK Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua MUI Desa, Ketua TP-PKK Desa. 

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus