Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Baznas Jabar Gagas Program "Qurban untuk Jabar" sebagai Upaya Menekan Angka Stunting di Pelosok Jabar

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42924.jpg

    Kota Bandung --- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat (Jabar) menggagas program “Qurban untuk Jabar” sebagai upaya menekan angka gizi buruk dan stunting di daerah pedalaman Jawa Barat. 

    Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum Baznas Jabar Achmad Faisal menjelaskan jika kurban masih terpusat di perkotaan, sehingga daerah pelosok di Jabar yang rawan gizi sering kali luput dari pendistribusian kurban.

    “Program Qurban untuk Jabar menyisir pelosok-pelosok Jawa Barat yang disitu ada minus, kalau kita lihat data dari persoalan stunting atau kurang gizi masih banyak daerah yang jangankan untuk berkurban, untuk makan sehari-hari saja masih susah,” ucap Achmad dalam Podcast Juara (1/7/2021).

    Lebih jauh, Achmad memaparkan jika masih banyak desa di pelosok Jawa Barat yang masyarakatnya belum pernah ada yang berkurban.

    “Bahkan ada kampung yang seumur hidupnya belum pernah ada yang berkurban, sementara di kota daging kurban banyak yang bersisa, maka dari itu kita membuat program Qurban untuk Jabar,” kata Achmad.

    Dalam situasi pandemi COVID-19 ini, lanjut Achmad seluruh lini kehidupan masyarakat terganggu, termasuk dalam ekonomi, Achmad berharap melalui program Qurban untuk Jabar ini menjadi solusi dalam membantu sesama untuk dapat mencukupi gizinya.

    “Dampak pandemi ini sangat memukul, sementara bagi mereka yang mampu ini menjadi momentum untuk membantu sesama dalam mencukupi gizi masyarakat yang membutuhkan, oleh karena itu daging kurban ini kita bagikan ke daerah minus yang untuk makan daging setahun sekali saja tidak pernah,” ungkap Achmad.

    Di masa pandemi COVID-19 ini, Baznas Jabar mengajak masyarakat yang ingin berkurban untuk turut serta mengikuti program Qurban untuk Jabar, kurban dapat dilakukan secara online untuk meminimalisir pertemuan tatap muka. Lebih lanjut, Achmad memaparkan jika kurban online hukumnya sah menurut syariat Islam.

    “Kurban online , secara syariat Islam sah, seperti jual beli online dalam ekonomi Syariah sifatnya tidak akan jadi masalaah selama rukunnya terpenuhi, ada ijab qabul . Baznas Jabar yang menerima dana merupakan perantara bagi masyarakat yang membutuhkan, qurbani (yang berkurban) akan mendapat laporan hewan apa yang disembelih dan daerah pendistribusiannya disertai foto dan video dokumentasinya”, ungkap Achmad.

    Karena Baznas Jabar di kurban tahun ini berfokus pada perbaikan gizi masyarakat di pelosok yang pedistribusiannya bisa memakan waktu berhari-hari dari Iduladha dan hari tasyrik , maka untuk memperpanjang masa bertahan daging kurban, Baznas Jabar memberikan pilihan bagi yang berkurban untuk memilih akan berkurban dengan hewan hidup atau hewan kurban yang dikalengkan dalam bentuk rendang atau kornet.

    Terkait kurban yang dikalengkan, Achmad menyatakan bahwa menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan mayoritas jumhur ulama memperbolehkannya 

    “Kurban yang dikalengkan ini boleh dilakukan, kaleng ini menjadi solusi bagi warga pedalaman yang tidak tercover pendisitribusiannya di Iduladha dan hari tasyrik ,“ ucap Achmad. 

    Rep Fauziah Ismi

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus