Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Peringati Harganas, DPPKB Gelar Vaksinasi Massal

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42812.jpg

    KOTA BANDUNG- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung bakal menggelar vaksinasi massal di Sport Jabar Arcamanik pada Kamis (24/06/2021) mendatang.

    Vaksinasi yang diperuntukan bagi warga Kota Bandung yang berusia di atas usia 18 tahun ini, merupakan bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni.

    Kepala DPPKB Kota Bandung, Andri Darusman mengungkapkan, vaksinasi massal yang ditargetkan sebanyak 2.100 penerima vaksin ini dinilai tepat dilakukan pada Harganas 2021, karena saat ini klaster keluarga dinilai cukup meningkat.

    "Ini untuk umum tapi datanya nanti oleh tiap kecamatan, pendataan dikoordinasikan oleh camat. Tapi sasaran diutamakan dari lingkungan Arcamanik, Antapani, Cinambo, Mandalajati. Polsek dan Forkopimcam ikut mengatur. Artinya waktunya diatur, misalkan per jam 200 orang. Sehingga tidak terjadi penumpukkan di lokasi vaksinasi," ucapnya.

    Menurut Andri, selain menggelar vaksinasi massal, pada Harganas nanti Pemerintah Kota Bandung melalui DPPKB akan serentak memberikan pelayanan KB bagi masyarakat.

    "Kita pusatkan di Klinik Kartini Jalan Pahlawan, kita ada pelayanan implan, suntik, pil, dan lain-lain. Hanya memang Bandung ini siaga satu jadi tidak khusus di satu titik tapi di masing-masing bidan tiap kewilayahan ada untuk melaksanakan pelayanan KB," imbuhnya.

    Andri mengatakan, DPPKB juga masif melakukan wawar mupen alias mewawar melalui mobil unit penerangan di masa pandemi guna mencegah klaster keluarga, dengan menyosialisasikan protokol kesehatan.

    Sementara itu, Sekretaris DPPKB Kota Bandung, dr. Nina Manarosana mengatakan, pangkal dari kekuatan negara adalah keluarga. Maka itu, pihaknya juga akan menggelar Webinar tentang Keluarga Keren Tanpa Stunting.

    "Dimasa pandemi, peningkatan kasus stunting sangat mungkin terjadi. Hal itu katena kondisi ekonomi masyarakat banyak terdampak wabah Covid-19," jelas Nina, dalam Bandung Menjawab di Auditorium Balai Kota Bandung, Selasa (22/06/2021).

    Menurut Nina, keluarga berperan aktif dalam pencegahan stunting, jangan sampai muncul new stunting. Mudah-mudahan cara pencegahan dan penanganannya tersampaikan.

    "Banyak sekali masalah keluarga di masa pandemi, kami punya tenaga penyuluh keluarga di setiap kelurahan. Mereka punya grup WA, grup-grup itu yang kemudian diaktifkan, jadi mereka penyuluhannya melalui grup karena sekarang khawatir melakukan secara langsung," terangnya.

    Nina menambahkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan sejumlah instansi dan lembaga terkait dalam upaya mencegah peningkatan angka stunting di masyarakat khususnya pada masa pandemi Covid-19.

    "Kita membentuk keluarga kuat melalui pembinaan-pembinaan bina keluarga balita, remaja, lansia, dan kelompok remaja. Kerja sama dengan perguruan tinggi, OPD terkait, dan Kementerian Agama. Karena ketahanan keluarga terkait kemana-mana," tuturnya.

    Nina berharap, dengan berbagai kegiatan tersebut, masyarakat mampu membangun kepedulian dan cinta terhadap setiap anggota keluarga. Sebab stunting harus dipahami seluruh anggota keluarga agar pencegahan dapat dilakukan.

    "Kalau setiap anggota keluarga sudah punya cinta. Cinta itu terkait dengan kepedulian. Kalau dia udah punya cinta maka dia akan memiliki kepedulian," tutur Nina. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus