Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur: Kepemimpinan Terbaik Adalah Kepemimpinan dengan Keteladanan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42797.jpg

    KAB. CIANJUR- Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan dengan keteladanan. Oleh karena itu, pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik bagi warganya. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil,saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV/ 2021 secara virtual dari Hotel Le Eminence Puncak, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/06/2021).

    Gubernur mengatakan, ada tiga tahapan yang harus dilalui seorang pemimpin, karena tidak semua pemimpin lulus dari setiap tahapannya. Tahapan pertama adalah memimpin diri sendiri. 

    "Setiap hari kita mengambil keputusan belok kiri atau kanan, pakai baju apa, makan apa, olahraga atau tidak dan semua aktivitas untuk diri kita sendiri," katanya.

    Menurut Gubernur, nanyak pemimpin yang tidak lulus dalam tahapan ini, misalnya ketika memutuskan menerobos lampu lalu lalu lintas.

    "Itulah contoh ketidakmampuan memimpin diri sendiri," ucapnya di hadapan 60 peserta pelatihan yang merupakan ASN dari berbagai instansi se-Indonesia.

    Gubernur mengatakan, tahapan kedua yang harus dilalui pemimpin yakni memimpin keluarga. Banyak pemimpin yang tidak lulus dalam tahapan ini, terlihat dari cukup tingginya angka perceraian di Indonesia.

    "Suami menjadi imam bagi istri dan anaknya, tidak semua juga lulus buktinya tingkat perceraian cukup tinggi," tuturnya.

    Tahap ketiga adalah kepemimpinan di masyarakat maupun organisasi yang akan segera menjadi tanggung jawab para peserta pelatihan. Menurut Gubernur, kepemimpinan tahap ini tidak bisa dihindarkan dari perubahan global. Salah satu yang harus diwaspadai pemimpin adalah menyadari bahwa dunia semakin kompetitif.

    "Maka kalau pemimpin tidak bisa berkompetisi, bahasa Inggrisnya pas-pasan, wawasan digitalnya terbatas, ilmunya tidak di-update akan kalah dengan bangsa lain yang bergerak lebih cepat," imbuhnya.

    Gubernur juga menjelaskan, bahwa keberhasilan pemimpin dapat diukur oleh tiga hal, antara lain, apakah kehadirannya mampu memberikan rasa aman, nyaman dan dinanti masyarakat.

    "Maka hati-hati jadi pemimpin karena lisan atau jari kita bisa menenangkan atau malah bikin heboh dan viral yang berujung perkara," tegasnya.

    Selain itu menurut Gubernur, pemimpin juga harus bisa mengakselerasi kemajuan. Salah satu yang diterapkan pada kepemimpinannya adalah inovasi digital pada reformasi birokrasi.

    "Ini barangnya sudah ada dia tinggal mempercepat sesuatu yang tadinya lambat, semrawut jadi lancar, ini saya lakukan di inovasi digital dalam mereformasi birokrasi," tuturnya.

    Terakhir menurut Gubernur, yang paling berat adalah kepemimpinan yang membawa perubahan dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

    "Seperti tidak ada jembatan menjadi ada, ini adalah tingkat implementasi kepemimpinan yang paling sulit," pungkasnya.

    (Parno/ Humas Jabar)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus