Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakab Garut Gelar Rakor Terkait Penanganan COVID-19 di Kabupaten Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42791.jpg

    KAB.GARUT– Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut, terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Garut, yang digelar di Ruang Pamengkang Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (21/6/21).

    Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan langkah preventif dengan melakukan penyetopan sementara beberapa kegiatan, guna menekan penyebaran virus COVID-19 di wilayahnya. 

    “Kita tadi rapat Satgas COVID-19. Kami prihatin dengan melonjaknya (kasus COVID-19), sekarang kita ke angka 15.000 (kasus COVID-19) dengan kematian 650 orang lebih. Tentu kenaikan dari yang terkonfirmasi juga naik signifikan. Sehingga kami akan melakukan langkah-langkah, pertama adalah preventif menyetop dulu supaya tidak terjadi lagi yang terkonfirmasi (COVID-19),” ujarnya.

    Penyetopan yang dimaksud oleh Bupati Garut adalah dengan melakukan peningkatan protokol kesehatan dan melakukan beberapa penutupan serta  pembatasan secara regional di zona merah yang ada di Kabupaten Garut. 

    “Penyetopan adalah dengan peningkatan prokes. Kami sudah sepakat untuk di zona-zona merah akan dilakukan penutupan dan juga pembatasan secara regional di zona merah yang  dihitung berdasarkan kacamatan,” ucapnya.

    Ia menuturkan, saat ini Kabupaten Garut masih berada di zona orange, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan penutupan. Namun untuk tingkat kecamatan Kabupaten Garut memiliki 12 kecamatan dan 74 desa dengan status zona merah.

    “Kalau zona Garut masih orange, tidak boleh ada penutupan, yang ada adalah pembatasan. Tapi kalau di kecamatannya kita, itu zona merahnya hampir daripada 12 kecamatan,  dengan lebih dari 74 desa yang sekarang masuk zona merah. Nah di zona merah boleh ada penutupan, kalau memang itu dianggap perlu,” tuturnya.

    Bupati Garut mengungkapkan pihaknya melakukan beberapa pembatasan guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, dalam rangka melindungi masyarakat itu sendiri.

    “Jadi kami akan melakukan langkah-langkah dimana sekarang ini kita ingin ada perlindungan bagi masyarakat, ingin ada peningkatan kepatuhan masyarakat, (tapi) bukan menyalahkan masyarakat ya. Ada kewajiban dari masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka mendapatkan perlindungan bagi dirinya dan tidak menularkan ke orang lain,” ungkapnya.

    Meskipun begitu, lanjut Rudy, sebelum melakukan penutupan pihaknya juga akan melihat dampak apa yang akan terjadi jika ada penutupan. Kalaupun terjadi penutupan Ia meminta pengertian dari pihak pengusaha dan masyakat, karena ini semata-mata untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Garut yang saat ini meningkat signifikan.

    “(Kecamatan) Tarogong Kidul dan Kaler zona merah di tingkat kabupaten,  kita ini mau ke arah sana (penutupan). Kami akan melakukan (dan) boleh dilakukan penutupan di zona merah,  tapi kita juga melihat dampak-dampaknya dan lain sebagainya. Jika sekarang (terjadi penutupan) kita menginginkan adanya pengertian dari para pengusaha,  pengertian juga dari masyarakat, supaya dilakukan pembatasan yang ketat,” tuturnya.

     

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus