Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kepala BPSDM Jabar : ASN Pegang Peranan Penting dalam Kedaulatan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42672.jpg

    Kota Cimahi --- Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jawa Barat (BPSDM Jabar) Dicky Saromi menegeaskan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu komponen bangsa Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara dan menjaga peradabannya. 

    Dicky memaparkan jika ASN harus aktif menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman bangsa sesuai dengan amanat Pancasila.

    “Takdir bangsa Indonesia adalah memiliki keberagaman, dari etnik, Bahasa, adat istiadat serta agama dari Sabang sampai Merauke , dari Miangas sampai Pulau Rote dan menjadi pemandu bagi persatuan itu semua adalah Pancasila sebagai ideologi bangsa kita,” ucap Dicky Saromi dalam Webinar Bedah Buku Wawasan Pancasila : “Bintang Penuntun untuk Pembudayaan” (10/6/2021).

    Dalam kesempatan yang sama, Penulis Buku Wawasan Pancasila : “Bintang Penuntun untuk Pembudayaan Yudi Latif, memaparkan jika Bandung selalu lekat dengan upaya pelacakan asal-usul Pancasila.

    “Untuk melacak asal usul Pancasila, kita tidak bisa meninggalkannya dari  Bandung, karena Bandung merupakan penempaan awal dimana gagasan-gagasan Pancasila awal  mulai dipikrkan”, kata Yudi Latif.

    Yudi memandang Pancasila hadir pada 1 Juni, namun tidak serta merta di tanggal tersebut hadir secara simultan di dunia. Pancaila merupakan manifestasi amun dari dialog interteks antara pergumulan panjang Soekarno ke dalam dirinya dan pergumulan antara Soekarno bersama sesama intelektual.

    Selain itu, Yudi meyakini diskusi-diskusi yang Soekarno lakukan di ruang publik Bandung mewarnai pemikiran-pemikiran Soekarno dalam mengagas Pancasila sebagai sebagai titik temu, titik tumpu dan titik tuju Bangsa Indonesia.

    Dalam kesempatan bedah buku ini, Yudi memaparkan alasannya memilih judul “Wawasan Bintang Penuntun Bagi Pemberdayaan” untuk bukunya. 

    “Bintang Penuntun adalah metafor dari Pancasila, Soekarno sering mengatakan Pancasila itu light star atau bintang penuntun, Pancasila bukanlah media statis yang menyatukan bangsa Indonesia, Pancasila itu dinamis dalam mengarahkan perkembangan bangsa,” jelas Yudi Latif.

    Di akhir acara, Yudi berpesan untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dalam kemajemukan.

    “Indonesia ini terdiri dari masyarakat majemuk, yang harus dipertimbangkan bukan hanya aspirasi individu, tapi kita ada golongan-golongan minoritas, marjinal, agama,etnis, gender, ekonomi itu tidak bisa diwakili oleh suara individu, semua golongan itu harus terwakili”, tegas Yudi Latif.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus