Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkab Garut Berikan Bansos Untuk Penyintas Bencana Banjir dan Longsor di Garut Selatan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42668.jpg

    KAB.GARUT -- Bupati Garut Rudy Gunawan menyerahkan bantuan sosial untuk penyintas bencana tanah longsor dan banjir tahun anggaran 2021 untuk Kecamatan Cikelet, Cibalong, Cisompet Pameungpeuk dan Kecamatan Singajaya bertempat di Aula Pendopo Kantor Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Kamis (10/6/2021).

    Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, masyarakat yang rumahnya hilang karena bencana tanah longsor ataupun banjir akan mendapatkan bantuan maksimal sebesar 50 juta. 

    “Uang yang diberikan sesuai kriteria. Rumah yang hilang mendapatkan maksimal 50 juta. Yang rusak ringan mendapatkan seadanya. Itu memang tidak cukup Pak Bu, tapi kami memberikan bantuan sifatnya juga bantuan keuangan bupati dalam rangka mengurangi beban Bapak Ibu semuanya,” ucapnya.

    Bupati menyampaikan bantuan ini dapat digunakan dengan semestinya oleh masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa dana yang sudah masyarakat gunakan untuk keperluan perbaikan rumah, bisa dilampirkan kuitansinya ke desa dan didiskusikan bersama pihak desa.

    “Nah, tentu saya berharap bantuan ini digunakan semestinya. Kami harus mempertanggungjawabkan dan kami yakin bapak-bapak kalau kemarin misalnya: Pak abimah da atos kamari meser ieu-meser ieu di abi heula artosna kumaha pertanggungjawabna? ( Pak saya kemarin sudah membeli ini itu, uangnya dari saya dulu gimana pertanggungjawabannya?). Gini aja tanggal sekian membeli ini ini ini kalau misalnya bapak sudah menalangi dulu,” katanya.

    Bantuan dari pemerintah daerah berupa non tunai yaitu dana bantuan yang dikirim ke rekening masyarakat penerima bantuan. 

    “Jadi kalau sekarang bantuan itu non tunai, kami transfer ke rekening siapa yang bisa mengambil uang itu? yang tertera adalah ibu bapak semua,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Eded Komara Nugraha menuturkan, secara keseluruhan total dari dana bantuan untuk masyarakat penyintas bencana banjir dan longsor adalah sebesar 1,9 miliar rupiah. 

    “Secara keseluruhan, bantuannya 1,9 miliar untuk 156 penerima bantuan di 5 kecamatan 11 desa. Untuk kriteria itu ada uang kerugian 1 juta setengah, untuk rusak ringan 5 juta, dan untuk yang rusak berat relokasi itu 50 juta,” tuturnya.

    Eded berharap dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban bagi masyarakat penyintas bencana banjir dan longsor di wilayah Garut Selatan. 

    “Mudah-mudahan dengan bantuan bupati itu bisa meringankan yang terkena bencana. Justru memang kalau secara nilai uang itu memang tidak cukup, tetapi bupati berharap bisa membantu para penerima bencana,” tuturnya.

     

    (Editor: Raehan D.Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus