Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakab Garut Gelar Rakor Penanganan COVID-19 Bersama Forkopimcam

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42555.jpg

    Kab. Garut --- Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut Nurdin Yana, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Garut kepada unsur Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) se - Kabupaten Garut yang digelar secara virtual melalui aplikasi video telekonferensi.

    Nurdin dalam rakor ini selain menjelaskan terkait penanganan COVID-19, juga menjelaskan terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan 8 Juni 2021 mendatang.

    "Ini adalah breakdown dari apa yang menjadi keputusan dan kebijakan pimpinan di Kabupaten Garut. Kami sudah melaksanakan (rapat bersama) unsur Forkopimda terkait dua hal yaitu penanganan COVID-19 dan juga penanganan Pilkades, yang juga tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena Covid juga melanda persoalan-persoalan di Pilkades. Demikian saya kira Pilkades (juga) tidak bisa melepaskan diri dari yang namanya COVID-19, inilah yang kita tekankan," katanya di Command Center, Kabupaten Garut, Senin (31/5/2021).

    Ia berpesan kepada para camat untuk mengetatkan kembali penegakkan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).Salah satu penegakkan disiplin yang akan dilakukan adalah memberhentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

    "Penegakkan disiplin ini diberlakukan pada beberapa hal. Pertama yang muncul ke permukaan menyangkut masalah sekolah yang diambil kebijakan dari hasil rapat Forkopimda adalah diberhentikan dulu, mengingat sangat tingginya COVID-19, hampir dua kali lipat, artinya potensi satu orang maksimalnya memberikan penularan kepada dua orang per harinya.  Itu cukup signifikan," katanya.

    Nurdin mengatakan, saat ini bangunan yang dijadikan tempat isolasi mandiri sudah penuh.

    "Posisi hari ini katakanlah rumah sakit darurat, konsep rumah sakit darurat yang kita bangun untuk isolasi mandiri ternyata sekarang sudah penuh, karena outbreak-nya cukup tinggi," katanya.

    Guna mengantisipasi outbreak kasus COVID-19 ini, lanjut Nurdin, pihaknya akan kembali melakukan pembatasan di beberapa kegiatan, salah satunya dengan mengurangi jumlah kapasitas orang di sebuah ruangan.

    "Antisipasi hal itu maka kita minta untuk melakukan  treatment yang pertama adalah melakukan penegakkan di bawah koordinasi oleh yang dilakukan olek Pak Kasatpol PP bekerja sama dengan TNI Polri, (penegakan) terhadap beberapa kegiatan, misalkan kegiatan kemasyarakatan ini akan dibatasi, kalau kemarin di posisi 50 persen dari kapasitas ruang, maka sekarang hanya 25 persen, pun demikian diberlakukan pula di perhotelan, dan seterusnya," katanya.

    Ia meminta kepada masyarakat Garut untuk selalu menerapkan prokes yang sudah diberlakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut.

    "Saya minta kepada seluruh warga seluruhnya, pertama patuhilah prokes, protokol kesehatan yang sudah kita berlakukan. Kedua kalau saja tidak perlu sekali janganlah berkeliaran. Ketiga hindari kerumunan, memang kita maklum hari ini sedang musim-musimnya pernikahan, ini juga potensinya sangat besar,” katanya. 

     

    (Editor: Raehan D.Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus