Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPM-Desa Jabar Lakukan Monev Penyelenggaraan Penanganan Pemudik di Desa dan Kelurahan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42362.jpg

    KOTA BANDUNG- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Penyelenggaraan Penanganan Pemudik di Desa dan Kelurahan pada momentum Lebaran 1442 H/2021. 

    DPM-Desa Jawa Barat melakukan monev dengan sampling terhadap 40 desa/kelurahan atau dua desa/kelurahan di 20 Kabupaten/Kota di Jawa Barat terkait jumlah pemudik yang lolos.

    Hingga 16 Mei 2021 pukul 13.18 WIB, DPM-Desa Jawa Barat mencatat sebanyak 1.494 orang pemudik lolos. Dari jumlah tersebut, 1.487 orang diantaranya melakukan isolasi mandiri di rumah keluarga masing-masing, sedangkan 7 orang di antaranya memanfaatkan ruang karantina yang disediakan oleh pemerintah desa/kelurahan.

    Ketujuh orang tersebut diantaranya, 4 orang di Kota Bogor yang menempati Wisma BPKP Ciawi, dan 3 orang Kota Bekasi yang menempati Posko RW Kel. Jatiasih Kec. Jatiasih. Sementara yang dirujuk ke Rumah Sakit tidak ada.

    Untuk diketahui, selama peniadaan mudik berlangsung di 5.899 desa dan kelurahan di Jabar, terdapat posko mudik tingkat desa sebanyak 13.523 dan di tingkat 
    kelurahan sebanyak 2.789 posko. Untuk ruang karantina, sebanyak 4.229 unit ruang karantina terdapat di desa dan 619 unit di kelurahan.

    Kepala DPM-Desa Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, jumlah tersebut belum bisa menjadi representasi secara keseluruhan karena masih ada 7 kota/kabupaten yang belum melaporkan data terbarunya.

    "Walaupun itu data bukan representasi tapi yang bisa diinformasikan bahwa upaya antisipasi pemerintah desa dan kelurahan cukup efektif," kata Bambang.

    Bambang menjelaskan, terkait dengan pemudik yang lebih memilih melakukan isolasi mandiri di luar ruang karantina, hal itu tak lepas dari pertimbangan Satgas Covid-19 tingkat desa maupun kelurahan serta tetap diawasi. 

    "Bersama petugas kesehatan mereka memastikan tempat isolasi mandiri pemudik tersebut itu benar-benar layak. Selain itu juga memastikan pemudik tersebut benar-benar sehat dengan menunjukkan surat negatif Covid-19," ucapnya.

    "Meski diisolasi di luar ruang karantina, mereka wajib tidak melakukan interaksi atau melakukan isolasi mandiri selama lima hari berturut-turut," tutur Bambang.

    Bambang menambahkan, pihaknya telah menyiapkan ruang karantina sebagai upaya untuk mengantisipasi pemudik yang membeludak dan tidak memiliki ruang isolasi yang layak.

    "Adanya ruang karantina yang disiapkan, merupakan bukti kesiapsiagaan satgas dalam mengantisipasi pemudik yang lolos. Meski diisolasi di luar ruang karantina, mereka wajib tidak melakukan interaksi atau melakukan isolasi mandiri selama lima hari berturut-turut," tuturnya.

    Bambang mengapresiasi kepada satgas kelurahan dan desa yang tidak kenal waktu kerja dalam rangka menekan angka Covid-19. 

    "Semoga upaya kita semua secara holistik dan komprehensif mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Jabar pada umumnya," ujarnya. (Parno/ Humas)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus