Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penyelenggaraan Salat Ied di Kabupaten Garut Dilaksanakan Secara Terbatas

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42351.jpg

    Kab. Garut --- Idulfitri merupakan hari istimewa bagi seluruh umat muslim. Di Indonesia, Idulfitri diperingati dengan mengunjungi sanak saudara, dan bersilaturahmi dengan orang-orang yang ada di kampung halaman, yang diawali terlebih dahulu dengan melaksanakan salat ied.

    Namun, karena sedang dalam kondisi pandemi COVID-19, ada beberapa kegiatan yang harus dibatasi guna menekan keramaian yang terjadi, salah satunya adalah salat ied.

    Bupati Garut Rudy Gunawan, yang biasanya melaksanakan salat ied di Lapang Otto Iskandardinata - depan pelataran Masjid Agung pada tahun ini menggelar salat ied secara terbatas dengan keluarga besar di mushola rumah dinas yang bertempat di Area Pendopo Garut, Kamis (13/5/21). Sedangkan, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, berkesempatan melaksanakan salat ied bersam istri dan keluarga di Villa Intan Regency.

    Pelaksanaan salat ied terbatas ini, tentu menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, walaupun pelaksanaannya dihadiri oleh keluarga besar Bupati Garut saja.

    Bupati Garut berharap, di tengah momentum Idulfitri ini, pandemi COVID-19 dapat segera berlalu, dan kehidupan kembali normal. "Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada kita, terutama dari COVID-19 supaya cepat berlalu dan kita hidup normal kembali," kata Rudy seusai pelaksanaan salat ied.

    Sementara itu, pelaksanaan salat Ied di Masjid Agung Garut tetap digelar, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Garut Cece Hidayat bertindak sebagai khatib dan Ketua DKM Masjid Agung KH. Mimar Hidayatulloh bertindak sebagai imam.

    Dalam ceramahnya, Cece menyampaikan bahwa langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan COVID-19, akan dirasa sia-sia jika masyarakatnya tak menaati kebijakan yang dikeluarkan oleh baik Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut, maupun pemerintah pusat.

    "Kita tidak ingin usai perayaan Idulfitri ini, mengalami hal yang sama seperti negara India, oleh karena itu berbagai tarekat, doa, dan ikhtiar, beserta ratusan triliunan rupiah pemerintah mengeluarkan dalam rangka mengantisipasi COVID-19 akan gagal total gara-gara melaksanakan atau tidak mentaati perintah larangan mudik ke kampung masing-masing," ujarnya.

    Cece mengatakan aturan terkait mudik di masa pandemi COVID-19 ini sesuai dengan aturan maqashid syariah .

    "Islam mengajarkan untuk taat kepada hukum islam, aturan-aturan mudik sesuai dengan aturan maqashid syariah (atau) tujuan dasar berlakunya syariah, Imam Asy - Syatibi  (menyebut) ada lima maqashid syariah , yang pertama adalah menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, menjaga harta, larangan mudik merupakan salah satu menjadi dalam rangka menjaga jiwa kita , dengan saudara kita dikampung tidak terpapar COVID-19," katanya.

    Sementara di Sarana Olahraga (SOR) Kerkhof, Kecamatan Tarogong Kidul, pelaksanaan shalat ied juga berlangsung tertib dan khidmat. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Garut Suherman, menjadi imam dan khatib dalam salat ied yang berlangsung 12 menit.

    Dalam khutbahnya, Suherman mengutip Surat Al-Furqon Ayat 63 yang berbunyi "Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan". Terkait penggalan ayat itu, ia mengemukan bahwa untuk menjadi hamba Allah harus senantiasa menjaga komitmen.

    Suherman juga menguatkan ceramahnya dengan mengutip Surat Al-Ma'un, di mana ancaman terhadap mereka yang tergolong menodai agama yakni mereka yang menghardik anak yatim, tidak pernah memberi makan anak yatim, lalai dalam salatnya, serta enggan menolong sesama, dan berpenampilan riya, sombong dan takabur.

    Pelaksanaan salat ied ini, juga terlaksana di Masjid Besar di seluruh kecamatan, para camat berkesempat membacakan sambutan tertulis dari Bupati Garut. (Humaspemkab.Garut/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus