Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Salat Ied di Garut Boleh Dilaksanakan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42340.jpg

    Kab. Garut --- Bupati Garut Rudy Gunawan beserta unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) se-Jawa Barat (Jabar) mengikuti arahan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui video telekonferensi di Kantor Command Center, Kabupaten Garut, Selasa (11/5/2021).

    Bupati Garut mengatakan arahan ini terkait Surat Edaran Menteri Agama Nomor. 7 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Salat Ied di Masa Pandemi COVID-19.

    “Saya Rudy Gunawan Bupati Garut, baru saja hari ini Selasa, tanggal 11 Mei 2021, menyelenggarakan rapat dengan Bapak Gubernur dan Forkopimda seluruh Jawa Barat. Hari ini kita menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 7 tahun 2021 tentang penyelenggaraan salat ied di masa pandemi virus COVID-19, tentu kami sampaikan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini didasarkan kepada zonasi tingkat yang berhubungan dengan risiko COVID-19,” katanya.

    Ia mengatakan, salat Idulfitri di Kabupaten Garut diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti membawa sajadah dari rumah, memakai masker, dan lain sebagainya.

    “Saya selaku Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Garut, untuk di Kabupaten Garut kami persilahkan Bapak Ibu melaksanakan salat Idulfitri berjamaah di masjid, di lapangan, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan, dimana kapasitas masjid tidak boleh lebih dari 50 persen. Begitu juga di lapangan, wajib Bapak Ibu membawa sejadah dari rumah, tetap menggunakan masker, bagi yang suhu tubuhnya tinggi lebih baik dirumah saja, untuk melakukan shalat idul fitrinya,” katanya.

    Sementara untuk takbir, Rudy mengatakan takbir keliling tidak diperbolehkan sedangkan ia menyarankan untuk takbir di masjid saja.

    “Tentu kami pun di malam takbir menyarankan bertakbirlah di masjid, tidak boleh takbir keliling. Di masjid pun tidak boleh lebih daripada 10 persen dari kapasitas ruangan masjid untuk bertakbir,” katanya.

    Ia mengatakan, kegiatan ziarah kubur untuk sementara tidak dilakukan dan hanya melakukan doa dari rumah saja.

    “Sementara ini, kami sarankan supaya tidak melakukan kunjungan ke keluarga, tahan dulu. Ke kuburan mendoakan orang tua kita tahan dulu. Mari kita di rumah saja, di rumah saja, di rumah saja, untuk keselamatan kita dan orang-orang yang kita cintai. Saya berharap bapak ibu semua tetap meningkatkan protokol kesehatan,” katanya.

    Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam arahannya pada vidcon bersama kepala daerah, menuturkan silaturahmi dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

    “Saya titip nah ini potensi bahaya terjadi pada budaya saling mengunjungi itu juga tolong diimbau dilarang biar cukup mengirimkan pesan lewat WA (WhatsApp), telepon, videocall dan lain-lain. Untuk mengunjungi fisiknya dibatasi gunakan teknologi informasi yang sama,” katanya.

    Disisi lain, Kang Emil---sapaan akrab Ridwan Kamil--- menitipkan kepada bupati dan walikota untuk melakukan penyisiran guna memastikan tidak adanya pemudik yang bocor melewati penyekatan.

    “Saya titip kepada bupati walikota arahan dari pusat adalah memastikan jika ada pemudik-pemudik yang bocor melewati penyengkatan dan sampai ke kampung halaman. Saya titip Pak Kapolres, Pak Dandim, bupati, walikota melakukan penyisiran untuk dilakukan pengkarantinaan sesuai aturan lima hari sejak kedatangan. Jika perlu dites antigen segera dilaksanakan. Kalau kekurangan alat tes segera laporkan ke pemerintah provinsi untuk kita fasilitasi,” ucapnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus