Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional Apresiasi Penanganan Kolaboratif di Kabupaten Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42339.jpg

    Kab. Garut – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, menerima kunjungan dari Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional, di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Garut, Selasa (11/5/21).

    Dalam kunjungannya, Tim Pakar Satgas Nasional diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Nurdin Yana dan Dandim 0611 Garut Letkol CZI Deni Iskandar, serta unsur pimpinan yang lainnya.

    Nurdin menyampaikan kapada tim bahwa pelaksanaan penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut sudah sesuai dengan penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

    “Kita kan sebetulnya penguatan pada kita ya memberikan motivasi dan semangat bahwa apa yang mereka sarankan sama seperti yang sudah kita lakukan. Pertama pendekatan-pendekatan terhadap breakdown dibawah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro).Ini konotasinya kan ruhnya ada di posko ,jadi mereka mengisyaratkan hal sama, sehingga ternyata sejalan dengan apa yang saya dan bupati treatment-kan kepada para camat,” katanya.

    Ia mengatakan walaupun saat ini kondisi Covid-19 ritmenya sudah relatif lebih datar, namun pihaknya tidak boleh lengah dalam penanganan Covid-19 ini.

    “Ya memang hari ini jujur ya bahwa itu (Covid) tidak hilang sama sekali tapi InsyaAllah sekarang  ritmenya sudah relatif lebih silent, lebih nyaman artinya lebih datar, tidak populatif seperti kemarin-kemarin. Ini juga  Alhamdulillah menjadi acuan bagi kita,tetap tidak lengah juga menyiapkan beberapa fasilitas rumah sakit pemerintahan Kabupaten Garut sehingga tidak terkonotasi hal tadi,” katanya.

    Sementara itu, Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional  Wahyu Tri Setyobudi mengatakan, pihaknya datang ke Kabupaten Garut memiliki dua tujuan.

    “Jadi kami di sini dari tim Pakar Satgas Covid-19 nasional, datang ke Kabupaten Garut yang pertama untuk silaturahmi, kita mesti kenal siapa sih yang melakukan penanganan di daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat seperti apa. Kedua tentu kita mohon berbagi, apa saja yang sudah dilakukan dan keadaan sekarang seperti apa, kendala-kendala yang dihadapi di lapangan seperti apa, sehingga kita nanti bisa mendapat pemahaman yang lengkap, pada apa yang betul-betul terjadi di lapangan. Sehingga nanti intervensi nasional terhadap pandemi itu bisa tepat, nah berbasis pada itu,” katanya.

    Ia menilai penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut, sudah berkolaborasi dan bergerak bersama.

    “Kalau saya lihat di sini banyak aktor-aktor kolaborator yang betul-betul bisa menjalin atau merekatkan kolaborasi. Ada teman-teman TNI, Polri, Pemda, dan kemudian tokoh masyarakat, komunitas, bisnis yang bergerak bersama, sehingga masalah-masalah yang tadinya sulit itu bisa dipecahkan. Nah ini sebenarnya salah satu yang mungkin penting sekali dan itu menjadi salah satu keunggulan yang ada di Kota Garut. Yang perlu ditingkatkan adalah partisipasi masyarakat dan komunikasi publik, karena masyarakat kadang-kadang masih punya sifat mengabaikan,” katanya.

    Wahyu mengatakan, saat ini kondisi kasus Covid-19 nasional sedang menggembirakan, akan tetapi ia menyarankan untuk tidak lengah, apalagi saat ini menghadapi libur Hari Raya Idulfitri yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19.

    “Kalau boleh dikatakan sebenarnya proses atau kondisi pengendalian itu sedang dalam kondisi yang mengembirakan. Kasus nasional sedang turun tapi kita menghadapi berbagai macam potensi, salah satunya mudik. Mudik ini akan berpotensi meningkatkan kasus. Sehingga ini yang perlu diwaspadai, kita tidak boleh lengah untuk mempertahankan terus tren mengembirakan ini untuk kemudian tidak berbalik menjadi satu ledakan yang tinggi, karenanya kewaspadaan penting sekali” katanya.

    Ia menjelaskan, di saat kondisi kasus penularan Covid-19 yang sedang melandai, partisipasi masyarakat sangat penting, jangan sampai abai dan kendor pada protokol kesehatan.

    “Nah disinilah sebenarnya partisipasi masyarakat penting sekali. Jangan sampai masyarakat kemudian jadi abai, kendor, karena sudah letih, lama. Kemudian sekarang merasa sudah bagus, Covid-nya ga keliatan itu bukan berarti dia hilang jadi kalau kita lengah dia akan nyerang lagi. Kalau kita lagi ketat dia ngumpet. Nah jadi ini yang perlu kita sadarkan masyarakat bahwa bisa melakukan kegiatan ekonomi tapi prokes tetap dijaga. Kalau semuanya taat kita akan bisa bersama-sama bangkit.” ucapnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus