Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kabupaten Garut Siap Mengikuti Penilaian Kabupaten/Kota Sehat

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42096.jpg

    GARUT- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengunjungi Pemerintah Kabupaten Garut dalam rangka Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat, bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Kamis (22/4/2021). 

    Menurut tim Pembina KKS, Muftiah Yulismi yang juga Kepala Sub Bagian Kesehatan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jabar, pembinaan ini  dalam rangka persiapan penilaian KKS di kabupaten/kota.

    Muftiah Yulismi mengatakan Kabupaten/Kota Sehat atau KKS ini diibaratkan sebagai rumah besar bagi semua hal yang terkait dengan bagaimana cara menyejahterakan masyarakat. 

    “Kabupaten sehat ini kalau boleh kita kerjasama menyamakan presepsi bahwa ini adalah rumah besar bagi semua hal yang terkait untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.

    Ia juga menerangkan bahwa  Kabupaten Garut sudah meraih Penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2019. 

    “Penghargaan ini datangnya dari program (dari) Kemendagri dan Kabupaten Garut itu sudah di level wistara, terakhir 2019 wistara 1,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid menyebutkan ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menuju Kabupaten/Kota Sehat, salah satunya adalah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Masyarakat harus bisa menerapkan STBM dengan baik.

     “Kami sangat bertekad bagaimana STBM ini benar-benar diterapkan dengan baik, tidak hanya sekadar basa-basi, tidak sekadar seremonial. Ini benar-benar hal yang penting yang harus dilaksakan di masyarakat,” kata Maskut.

    Maka pihaknya akan fokus dalam mengusahakan STBM di masyarakat Garut terutama pada masa pandemi Covid-19. Masyarakat harus bersih, sehat, dan produktif. 

    “Yang jelas kami saat ini sedang fokus untuk mengusahakan STBM di masyarakat sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini, merupakan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kebiasaan, utamanya adalah kegiatan STBM. Sehingga semuanya bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.

    Maskut berharap masyarakat di Kabupaten Garut menjadi masyarakat yang sehat dan terus meningkatkan kesehatannya agar terhindar dari penyakit. 

    “Kami mempunyai jargon bahwa pada prinsipnya bagaimana mengusahakan agar (masyarakat) yang sehat ini tetap sehat dan ditingkatkan kesehatan supaya tidak sakit.Di lain sisi, yang sakit harus diobati dan mendapatkan akses kesehatan,” pungkasnya.

    Ketua Forum Kabupaten Garut Sehat (FKGS), Nina Herlina,  menyatakan kesiapannya mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Sehat seperti tahun-tahun sebelumnya, meskipun kemungkinan kembali lagi ke level Swasti Saba Padapa satu level dibawah Swasti Saba Wistara 1 yang pernah diraih Kabupaten Garut tahun 2019. Menurutnya, hal itu disebabkan  terdapat perubahan payung hukum yang sebelumnya penilaian diatur dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri menjadi Peraturan Presiden, di mana dalam penilaiannya, jumlah tatanan bertambah serta persyaratan ODF menjadi titik penilaian penting. 

    “Untuk Padapa saja ODF daerah peserta harus minimal 60 persen lebih, sementara untuk wistara harus ODF 100 persen," ujar Nina didampingi Ketua Bidang Tatanan Industri dan Perkantoran Sehat FKGS, Janur M. Bagus.

    Acara penerimaan Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Barat turut dihadi perwakilan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), jajaran pengurus FKGS dan perwakilan Forum Kecamatan Sehat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus