Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Fokus Vaksinasi Untuk Lansia Akan Dilakukan Usai Lebaran

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42038.jpg

    GARUT - Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesahatan (Dinkes) Garut Asep Surachman, menyampaikan bahwa vaksinasi bagi para Ianjut usia (Iansia) akan digebyarkan setelah lebaran nanti.

    “InsyaAllah ketika pelayan publik ini mendekati selesai, kita berbarengan dengan  kegiatan vaksinasi lansia. Kemungkinan setelah lebaran, kita akan melaksanakan gebyar untuk vaksinasi pada Iansia. Vaksinasi akan dilaksanakan di seluruh Kabupaten Garut,” kata Asep, di Kantor Dinkes Garut, Sabtu (17/4/2021).

    Asep mengatakan, saat ini pihaknya masih berkutat di pelaksanaan vaksinasi kepada pelayan publik. Terlebih ada wacana terkait pembelajaran tatap muka sehingga vaksinasi difokuskan kepada pelayan publik khususnya para tenaga pengajar.

    “Lansia ini memang termasuk ke dalam sasaran tahap pertama. Tahap pertama itu ada tenaga kesehatan, pelayan publik dan juga lansia. Hari ini dan satu hari sebelumnya kita masih berkutat di pelayan publik. Apalagi di Juni nanti guru harus divaksinasi semuanya karena akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Yang kedua nanti untuk lansia akan dilaksanakan,” katanya.

    Apalagi saat ini, lanjut Asep, sedang memasuki bulan suci Ramadan, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri belum intensnya vaksinasi kepada Iansia.

    “Insyaallah lansia akan kita laksanakan untuk etnis tertentu yang mohon maaf ini untuk kelompok non muslim akan melakukan vaksinasi di bulan puasa ini. Karena pertimbangan-pertimbangan secara medis untuk lansia yang puasa itu dipertimbangkan. Kita punya kesempatan untuk lansia-lansia yang ada di etnis tertentu,” katanya.

    Meskipun begitu, sudah ada beberapa lansia yang sudah melaksanakan vaksinasi, karena jika seorang lansia berada di kategori pelayan publik, namun umurnya sudah bisa dikatakan Iansia, maka di tiket vaksinasinya akan dilaporkan sebagai lansia.

    “Itu masuk lansia, misalkan dia sebagai pedagang di Ciawitali, tetapi dia masuk di kategori Iansia. Dilaporkan di tiketnya nanti lansia walaupun dia posisinya pedagang. Sekarang ini lansia yang ada di Garut itu baru sekitar 4 persenan yang kita vaksinasi, sangat sedikit karena kita belum menggarap,” katanya.

    Sementara itu, Agus Supriadi (54), yang melakukan vaksinasi di Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, mengatakan sebelum melakukan vaksinasi ia menyiapkan mental dan kondisi tubuh, dan saat vaksinasi pun ia tidak merasa sakit.

    “Gak ada apa-apa, gak ada sakit cuman ada pegel sedikit. Mempersiapkan: pertama mental, fit, kedua sarapan. Udah biasa sahur udah segitu aja. Enggak takut udah siap udah fit pokona mah. Tapi waktu pertama vaksin lagi flu, jadi saya tidak bisa vaksin. Yang kedua, lulus vaksin pertama dan sekarang yang kedua.” pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus