Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sudah Divaksin, Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Masih Terpapar Covid-19

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41469.jpg

    Ciamis - Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Bupati dan Wakil Bupati Ciamis terkonfirmasi positif Covid-19 meskipun kedua tokoh publik tersebut sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 beberapa waktu lalu.

    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis dr. H. Bayu Yudiawan, MM menjelaskan hal itu bisa terjadi akibat imunitas yang belum terbentuk secara optimal.

    "Pembentukan antibodi membutuhkan waktu sehingga saat belum terbentuk kita masih bisa tertular, vaksin Sinovac dan Sinoval yang di gunakan di Indonesia termasuk di Ciamis adalah vaksin dengan virus yang sudah dimatikan sehingga aman dan tingkat resiko sangat rendah", ujarnya.

    "Sebagaimana kita ketahui vaksin yang dipakai di Ciamis dan di Indonesia pada umumnya kita memakai Sinovac dan Sinoval. Vaksin ini berupa activated vaksin artinya vaksin yang berasal dari virus yang sudah dimatikan", terang dr. Bayu.

    Ia menjelaskan lebih lanjut, tubuh memerlukan waktu  untuk membentuk respon antibodi dari vaksinasi. Biasanya satu sampai dua bulan antibodi akan terbentuk optimal. Saat terjadi paparan infeksi, antibodi belum terbentuk sehingga masih bisa terkonfirmasi positif atau tertular.

    "Untuk Bapak Bupati kita ketahui bersama beliau baru di vaksin tahap pertama, tiga hari sebelum terkonfirmasi. Di hari keempatnya  terkonfirmasi positif terpapar jadi memang belum terbentuk antibodi", jelas dr. Bayu.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk Wakil Bupati dan Ibu Bupati yang Sudah melakukan vaksinasi tahap kedua baru sekitar dua minggu yang lalu sehingga antibodi juga belum terbentuk optimal.

    "Tidak ada perlindungan yang sifatnya 100%. Evikasi dari uji klinis vaksin Sinovac dan Sinoval yang kita pakai bisa memberikan perlindungan 65-90 artinya masih ada kemungkinan 35-10% terjangkit. Namun bila sudah mendapatkan vaksinasi, dampak yang terlalu serius karena memang sudah terbentuk antibodi", sambung dr. Bayu.

    Terkonfirmasi positifnya Bupati dan Wakil Bupati Ciamis disebabkan karena padatnya aktivitas pelayanan yang sangat padat, mobilitas dalam melaksanakan tugas sehingga mengakibatkan adanya paparan virus disaat imunitas belum terbentuk optimal. 

    Sebagai tindak lanjut, Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis tengah melacak kontak erat dan mensterilisasi seluruh area Gedung Setda Ciamis demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ciamis. (diskominfo.wahyu/cucu)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus