Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Lewat Teras Hijau Project, Anak-anak Perkotaan Belajar Menanam Sayuran

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41221.jpg

    BANDUNG- Setelah menyelenggarakan workshop pekan lalu, Sabtu (30/1/2021), Dosen Sekolah Bisnis (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Teras Hijau Project memberikan praktik menjaga lingkungan kepada siswa SD Taruna Bakti Bandung, Sabtu (6/2/2021). Para siswa dibimbing menanam sayuran dalam kegiatan  Kids Green Games tersebut. 

    Bibit sayur sawi dan bayam dikirimkan kepada anak-anak. Kemudian anak-anak diminta merawat serta mendokumentasikan kegiatan itu dalam bentuk video.

    "Kami ingin anak-anak memberikan dampak kepada lingkungan dengan menanam sayuran," kata Nurlaela, perwakilan tim Teras Hijau Project sekaligus dosen SBM ITB, Sabtu (6/2/2021).

    Kegiatan praktik tersebut dikemas dengan pengetahuan lingkungan dan biologi. Acara semakin seru karena diisi dengan aneka permainan lingkungan yang dipandu oleh duta cerita Jawa Barat dan Alumni SBM ITB, Iden. 

    Sebanyak dua puluh siswa kelas III hingga V SD Taruna Bakti ikut serta dalam kegiatan itu. Kepala Sekolah Taruna Bakti, Wakil Kepala Sekolah SD Taruna Bakti serta jajaran Guru SD Taruna Bakti juga ikut serta. Program Pengabdian Masyarakat Teras Hijau Project melibatkan dosen, alumni, mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB.

    Pada pertemuan kedua itu, tim Teras Hijau Project menjelaskan tentang detail pertumbuhan sayur, mulai dari tunas hingga sayur dapat dipanen pada usia  tujuh hingga empat belas hari setelah disemai.

    Sementara itu, Melia Famiola, selaku founder dari Teras Hijau Project dan Koordinator PRME SBM ITB menambahkan, kegiatan Kids Green Games akan dilakukan secara bertahap pada waktu kedepan. Pada level 1, anak-anak dilatih untuk menyenangi berkebun seperti belajar menanam sayur dan membuat pupuk kompos.

    Tahap selanjutnya, siswa akan diberikan kemampuan mengolah hasil kebun. Kemudian, hasil kebun itu dimasak atau diracik. 

    Selanjutnya, anak-anak bakal diajarkan menjual hasil olahannya dan uang dari hasil penjualan untuk keperluan sosial. 

    "Dari dua puluh video yang dikirimkan oleh anak- anak, mereka menunjukan sikap menikmati menanam sayuran. Ada perubahan sikap seperti mereka lebih bertanggung jawab untuk menyiram sayuran sehari dua kali, serta aksi lingkungan lainnya yang melibatkan keluarga," ujar Melia.

    Irma Meirani, Kepala Sekolah SD Taruna Bakti mengapresiasi program yang diadakan Dosen SBM ITB itu. Lewat kegiatan tersebut, anak-anak menerapkan empat kompetensi yaitu critical thinking, creative, communicative, serta collaborative.

    Dia berharap, kegiatan percontohan di SD Taruna Bakti akan berlanjut di sekolah lainnya. Hal itu sejalan dengan program Teras Hijau Project yang ingin menciptakan masyarakat yang berketahanan pangan. Caranya dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus