Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Yuk Mengenal Lebih Dekat Wisata Edukasi Taman Bahagia Indonesia di Kabupaten Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41010.jpg

    GARUT, Wanaraja - Kebahagiaan menjadi salah satu poin penting dalam kehidupan, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kebahagiaan dibutuhkan untuk meningkatkan imun dalam rangka memperkebal tubuh di tengah wabah virus corona yang sedang melanda.

    Hal ini disadari betul oleh seorang pria asal Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, yang berinisiatif membangun Taman Bahagia Indonesia di wilayahnya untuk meningkatkan indeks kebahagiaan di Indonesia.

    Namanya Asep Chaerulloh, yang membangun sebuah taman, dengan tujuan pertama sebagai homeschooling atau sekolah rumah bagi para anaknya.

    "Awalnya hanya semacam homeschooling buat anak saya dan akhirnya dikembangkan lebih jauh ternyata punya potensi yang lebih dikembangkan untuk menjadi tempat destinasi wisata seperti itu," ujar Asep saat ditemui oleh Tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, di kediamannya tepatnya di Kampung Samanggen, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Selasa (19/1/2021).

    "Prosesnya dicicil dulu pertama disini itu tahun 2008 peletakan hanya saung kecil (gazebo), 2011 mulai ditata jadi ada spot-spot khusus disini, dan mulai dikonsentrasikan galeri itu mulai tahun 2018," tambahnya.

    Asep yang mempunyai 3 anak ini menjelaskan alasan lain ia membangun taman bahagia karena ingin membantu meningkatkan indeks kebahagiaan Indonesia.

    "Kedermawanan kita nomor satu di dunia dan indikator-indikatornya itu bagus-bagus tapi ketika disatukan, kenapa indeks kebahagiaan Indonesia ada diurutan tahun ini 92, tahun sebelumnya 94, tahun sebelumnya lagi 88, tahun sebelumnya itu ada di urutan ke 75 jadi jauh gitu, nah maka ingin mengangkat tentang kebahagiaan, maka perlu dibuat sebagai tanda saja supaya saya nggak lupa akan misi itu, dibuatlah Taman Indonesia Bahagia ini gitu," ujarnya.

    Asep yang juga tergabung dalam paguyuban Asep Dunia menjelaskan bahwa tempat ini sering dipakai untuk aktivitas warga baik untuk anak-anak bermain ataupun yang lainnya.

    "Disini kebanyakan sebelumnya ya satu, biasanya tempat bermain anak-anak dan tempat sosialisasi warga, mereka bisa berkunjung disini, di belakang sana kadang dijadikan tempat makan bersama, anak bermain disitu, tempat belajar juga, kemarin juga ada tempat shooting untuk dia mau ikutan lomba pidato, selain itu kebanyakan disini mahasiswa-mahasiswa kalau ada pembinaan-pembinaan di kampusnya sering di sini, mereka kadang kala 3 hari disini, kadang kala ini jadi tempat untuk focus group discussion (FGD), jelasnya.

    Namun akibat Pandemi Covid-19, tempat yang dulunya ramai ini kini mulai berkurang dan pengunjung yang datang pun dibatasi.

    "Setelah adanya Covid-19 semakin sedikit (orang berkunjung), tapi ada cuma kita tetap terapkan protokol kesehatan tidak boleh lebih dari 50 orang, harus jaga (kapasitasnya), kemarin dari beberapa organisasi ada pembinaan selama 3 hari, persilahkan boleh pake disini tapi dengan syarat jaga jarak dan izin dulu ke RT, RW, sama Lurah kalau sama aparat sudah di bolehkan ya silahkan," ungkapnya.

    Asep yang juga lulusan S-1 Institut Teknologi Tekstil ini menjelaskan ia membangun ini dengan uang sendiri yang ia sisihkan.

    "Ini istilahnya itu dari Gaji kita menerapkan gaya hidup sederhana, sesuai kebutuhan, dermawan, hati-hati dan nabung, jadi kalau gaji masuk itu saya langsung punya tiga rekening, satu rekening untuk keluarga, satu rekening untuk eksperimen sosial, satu rekening lagi ya untuk pengembangan di sini. Jadi udah otomatis pas gaji masuk itu udah langsung terpecah ketiga itu," ungkapnya.

    Dengan dibangunnya taman ini, ia juga ingin mendorong kemandirian bangsa yang bisa diterapkan di Indonesia pada umumnya, dan Garut pada khususnya.

    "Saya ingin dorong yang namanya strategic connection kemandirian bangsa, jadi kalau bisa kita bangun kemandirian itu tidak harus selalu mengandalkan anggaran, anggaran, anggaran, tadi itu human capital, bahwa manusia itu modal, kita bisa bikin sesuatu yang luar biasa, tidak harus selalu kalau ada uang, tapi manusia itu adalah modal, kekuatan kompetensi itu yang bisa gulirkan untuk bikin sesuatu yang luar  biasa, dan dengan kekuatan kemandirian itu uang itu bukan segala-galanya," pungkasnya.

    Taman Bahagia terletak di Kampung Samangen, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, merupakan salah satu destinasi wisata menarik di Kabupaten Garut, Jawa Barat. yang belum ada di tempat lain. Taman ini dibangun pada tahun 2008, dengan luas 2.500 meter persegi, taman dengan tema ceria dan bahagia ini berbicara mengenai pentingnya kebahagiaan bagi masyarakat yang mengunjunginya.

    Dengan nuansa pedesaan yang asri, Taman Bahagia dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, bahkan dengan mengayuh sepeda hanya 13 km dari Ibu Kota Kabupaten Garut. (humaspemkab.garut/luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus