Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Merevitalisasi Gotong Royong melalui Silih Tulungan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40606.jpg

    BANDUNG – Pemprov Jabar memiliki visi dan misi untuk menjadikan Jabar sebagai provinsi juara lahir dan batin melalui inovasi dan kolaborasi. Visi ini pun harus dapat diimplementasikan saat berupaya untuk melaksanakan pemulihan ekonomi akibat Covid-19.

    Pencegahan dan penanggulangan Covid-19 tentu tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Pada visi dan misi Jabar terdapat kata kolaborasi yang memungkinkan semua pihak turun tangan bersama-sama dengan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.

    Kerja bersama atau gotong royong ini sebenarnya sudah sejak lama menjadi budaya dalam kehidupan sosial bermasyarakat di Indonesia. Masyarakat sudah banyak yang turun untuk saling membantu sesama ditengah himpitan kesulitan akibat terdampak Covid-19. 

    Di Jawa Barat (Jabar) tradisi gotong royong pun sudah ada sejak lama dan sampai hari ini masih menjadi budaya masyarakat. Namun demikian, gotong royong sudah mulai terpolarisasi dan terkotak-kotak. Kondisi ini membuat Divisi Komunikasi dan Gerakan Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) ingin merevitalisasi gerakan gotong royong melalui gerakan Silih Tulungan.

    Kepala Devisi Komunikasi dan Gerakan PED Eric Wiradipoetra mengatakan ada tujuh divisi dalam PED yang saling berkolaborasi untuk pemulihan ekonomi di Jabar. Kolaborasi ini diperlukan untuk bersama-sama bergerak dari berbagai sisi dalam upaya pemulihan ekonomi.

    Tujuh divisi yang terlibat dalam PED antara lain divisi pertanian dan ketahanan pangan, divisi pariwisata telekomunikasi dan transportasi, divisi kontruksi dan properti, divisi komunikasi dan gerakan, divisi manufaktur, luar negeri dan tenaga kerja, divisi usaha mikro kecil menengah dan ekonomi kreatif dan divisi kajian ekonomi dan jasa keuangan.

    “Kami sudah membuat buku, Patokan Gerak, sebagai langkah dan petunjuk Silih Tulungan ini agar bisa bergerak beriringan dan terorganisir dengan program yang sudah direncanakan masing-masing divisi,”tegasnya dalam Forum Group Discusion (FGD) 7 Divisi PED, Rabu (16/12/2020).

    Eric mengatakan Silih Tulungan harus menjadi gerakan sosial yang menjadi budaya masyarakat Jabar dimasa kini dan mendatang.  

    “Kami ingin membangun budaya Silih Tulungan ini di masyarakat Jabar,” tegasnya. FGD ini diharapkan mampu menyatukan langkah sinergis dalam membantu pemulihan ekonomi di Jabar.


    Bukan Hal Baru 

    Eric mengatakan sikap sosial warga Jabar masih sangat tinggi,sehingga menurutnya bukan hal sulit untuk mengimplementasikan Silih Tulungan.

    Konsep gotong royong “khas” Jabar ini akan memaksimalkan potensi lokal. Sebab menurutnya setiap daerah memiliki ciri khas saling tolong -menolong yang unik. Namun kedepan aksi ini harus lebih terorganisir melalui Silih Tulungan.

    “Jika masyarakat terlibat aktif maka pemulihan ekonomi akan lebih cepat, tegasnya.

    Ia memberikan contoh-contoh kecil SIlih Tulungan yang mudah dilakukan.Misalnya membeli produk lokal atau membeli barang yang dijual teman. 

    “Beli barang dari teman, tapi barangnya juga harus berkualitas, artinya saling memberikan kepercayaan, itu adalah contoh Silih Tulungan sederhana,” tegasnya.

    Wakil Ketua PED Aat Soeratin menambahkan Silih Tulungan sebenarnya sudah berjalan namun harus terorganisir dengan lebih baik.

    “Silih Tulungan harus mejadi gerakan sosial, dilakukan kolektif, terorganisasi dan dinamis. Jadi silih tulungan sangat mudah diimplementasikan, sudah ada aktifitas ini di masyarakat,” tegasnya.

    Hal yang saat ini menurutnya harus terus digencarkan dan menjadi budaya adalah kebiasaan melaksanakan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

    Menurutnya melalui gerakan Silih Tulungan ini akan menjadikan gerakan 3M sebagai sebuah gerakan yang membudaya. Sehingga tidak perlu lagi masyarakat terus diingatkan.

    Logo Silih Tulungan

    Eric menambahkan, Silih Tulungan bukan hanya saja menjadi gerakan sosial, namun bisa menjadi gerakan ekonomi lokal. Yakni dengan memanfaatkan logo Silih Tulungan untuk beragam kegiatan ekonomi.

    “Silahkan pakai logo untuk produk kaos lalu dijual. Atau menjadi motif batik. Atau bahkan menjadi kartu diskon,” tegasnya.

    Logo Silih Tulungan sendiri bergambar dua tangan saling mencengkeram dengan kencang yang menunjukan gerakan saling menolong, dengan tulisan Silih Tulungan dan warna biru, kuing, hijau dan coklat sebagai warna dasarnya.

    “Logo ini cukup menarik dan bisa menjadi gambar unik di kaos distro atau motif batik. Jadi silahkan saja pakai untuk keperluan saling menolong,” tegasnya. JO

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus