Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inilah Empat Poin Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40274.jpg

    GARUT, Tarogong Kaler – Dalam penanganan Stunting, sedikitnya ada 4 upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat  (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, mengatakan hal pertama untuk mencegah stunting yakni terkait asupan gizi yang harus bagus.

    “Kita melihat bahwa stunting itu tidak tiba-tiba karena definisi stunting adalah kurang gizi kronis, maka kita harus merunut kebelakang mengapa bayi-bayi balita itu bisa menjadi stunting, di situ ketemulah bahwa pencegahan stunting harus dimulai minimal sejak ibu itu hamil, jadi ketika ibu itu hamil maka seorang ibu harus cukup gizinya karena gizi yang dimakan oleh ibu tentunya akan dimakan juga oleh bayinya,” ujar dr. Tri saat ditemui di Kantor Dinkes Garut, di Jalan Proklamasi, Kabupaten Garut, Kamis (19/11/2020).

    Selain itu, lanjut Tri, pola asuh yang benar juga bisa menjadi upaya dalam pencegahan stunting. “Sebenarnya begitu mudah, cuman masyarakat kita pola asuhnya ibu yang bekerja lupa. Ada istilahnya harus memerah ASI (Air Susu Ibu) jadi kadang stunting lahir terus tidak dikasih ASI eksklusif, jadinya stuntingnya agak menetap,” ucapnya.

    Untuk pencegahan ini, imbuh Tri, bukan hanya melulu soal gizi ataupun yang lainnya, upaya lainnya yakni melaksanakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan imunisasi.

    “Harus juga poin ketiga itu dijaga kesehatannya dengan imunisasi, percuma saja kita kasih gizi yang bagus tetapi anaknya sakit-sakitan. Nah biar tidak sakit-sakitan tentunya imunisasinya harus lengkap,” ungkapnya.

    Tri menyampaikan poin terakhir atau poin ke empat untuk mencegah Stunting adalah lingkungan yang sehat dan bersih juga bisa mencegah terjadinya stunting. “Biar tidak sakit-sakitan lagi ini salah satunya ada intervensi lingkungan," katanya, seraya mencontohkan kondisi jamban apa sehat atau belum, keebiasaan keluarganya dalam mencuci tangan dengan rapih. "Jangan sampai gizinya bagus, tangannya tercemar, jambannya masih belum sehat, akhirnya anaknya masih sakit-sakitan, dan cacingan.” pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus