Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Shizuoka

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40233.jpg

    KOTA BANDUNG - Masih dalam upaya mendorong investasi di Jawa Barat (Jabar), Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, Heita Kawakatsu, via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (18/11/2020).

    Dalam pertemuan tersebut, Kang Emil mengajak Pemerintah Prefektur Shizuoka untuk turut mengembangkan potensi tujuh ekonomi baru Jabar pascapandemi COVID-19 pada 2021. 

    "Tahun 2021 kami akan melakukan konsep ekonomi baru. Ada tujuh yang akan kami fokuskan, kami harap ada peran serta dari sister province Shizuoka," kata Kang Emil. 

    Adapun tujuh potensi ekonomi baru pasca-COVID-19 Jabar, yaitu: (1) meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok; (2) swasembada pangan; (3) swasembada teknologi; (4) mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan; (5) digital ekonomi; (6) penerapan ekonomi berkelanjutan; dan (7) pariwisata lokal.

    Kang Emil mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi investor dari Shizuoka yang akan berinvestasi di Jabar. Saat ini, kata ia, Jabar menjadi destinasi menarik bagi investor meski dalam situasi pandemi COVID-19. 

    Selama periode Januari-September 2020 atau hingga triwulan III-2020, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Indonesia dengan total Rp86,3 triliun. 

    "Sekarang kami banyak kedatangan investor yang pindah dari Tiongkok. Jika ada dari Shizuoka yang mau berinvestasi, kami akan memfasilitasi," ucapnya. 

    Menurut Kang Emil, tingginya minat investor menanamkan modal di Jabar tidak lepas dari iklim investasi yang baik, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, dan infrastruktur yang akseptabel. 

    "Kami menjadi provinsi dengan investasi tertinggi (di Indonesia). Kami mendapat survei bahwa SDM Jabar nilai kompetitifnya tinggi dan didukung pula oleh infrastruktur yang memadai," katanya.

    Selain fokus mendorong investasi, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar fokus mengembangkan ekonomi pangan. Lahan yang tidak produktif akan digarap agar memiliki nilai ekonomi. 

    Kang Emil pun mengajak Shizuoka untuk terlibat dalam pengembangan potensi ekonomi pangan di Jabar. Salah satunya dengan membawa teknologi pangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Jabar. 

    "Bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Shizuoka dengan membawa teknologi pangan dan bisa dipasarkan untuk kebutuhan pangan domestik kami," katanya. 

    "Pasca-COVID-19 kami juga akan fokus memperbaiki sistem kesehatan, kami dalam 20 tahun membutuhkan minimal 25 rumah sakit baru. Jika ada pengusaha Shizuoka di bidang kesehatan, kami akan fasilitasi," tambahnya. 

    Kang Emil juga menawarkan kerja sama di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pariwisata lokal. 

    "Lalu ada green ekonomi dan ekonomi pariwisata yang bisa kita kerja samakan," katanya. 

    "Kali ini kami ingin menawarkan kerja sama baru di tahun 2021 atau pasca-COVID-19 yang pastinya akan memberikan banyak hal baik untuk Shizuoka," imbuhnya.

    Menurut Kang Emil, Jabar-Shizuoka akan menggelar West Java-Shizuoka Festival. Ada berbagai kegiatan dalam acara tersebut. Mulai dari webinar, pameran, sampai football coaching clinic.

    "Bulan depan kami akan mengadakan West Java-Shizuoka festival dalam bentuk webinar, pameran, lomba melukis gunung fuji, job fair, education fair, expo bisnis, dan footbal coaching clinic," katanya. 

    Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, Heita Kawakatsu, mengatakan, ada tiga negara yang menjadi tujuan investor Shizuoka, yakni Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Pemerintah Prefektur Shizuoka pun akan memprioritas Jabar sebagai tujuan investasi. 

    "Saya akan memprioritaskan Indonesia dan Jabar sebagai tujuan investasi. Memang posisi saya tidak dapat memaksa investor Shizuoka, tapi saya akan berusaha keras dan memberikan masukan kepada mereka untuk berinvestasi di Jabar," kata Heita. 

    Menurut Heita, bidang pangan, ekonomi digital, dan kesehatan menjadi sektor utama industri di Shizuoka. Oleh karena itu, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Jabar di tiga sektor tersebut.

    "Kemudian ekonomi baru pariwisata, tentu saya ingin memperkuat industri ini dan harapan saya setelah COVID-19, saya ingin mengundang tamu dari Jabar dan kami pun akan berkunjung ke wisata Jabar," ucapnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus