Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Antisipasi Peningkatan Curah Hujan dan Bencana

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39591.jpg

    KOTA BANDUNG- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menerapkan Siaga 1 Bencana sejak September 2020, sebagai langkah antisipatif Jawa Barat saat memasuki musim hujan. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil dalam rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait antisipasi dampak bencana di musim hujan terhadap kenaikan kasus Covid-19 melalui konferensi video di Gedung Pakuan, Jumat (09/10/20). 

    Menurut Gubernur, sudah satu bulan lalu saya Jawa Barat menerapkan Siaga Satu karena ternyata pada bulan September hujan sudah turun disebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk adanya  kejadian kebencanaan di Cianjur dan Sukabumi karena intensitas curah hujan yang tinggi.

    "Kita sudah siaga 1 hadapi musim hujan, yang intensitas mulai tinggi disebagian Jabar," ucapnya.

    Gubernrur mengatakan  pihaknya sudah mengirim Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dimana dalam surat tersebut berisi tentang antisipasi bencana di musim hujan mengingat 60 persen bencana alam yang terjadi merupakan bencana hidrologis. 

    “Di kami kebencanaan ini 60% adalah hidrologis. Hidrologisnya terbagi dua untuk yang dari Jabar tengah ke utara bentuknya banjir dan tengah ke selatan bentuknya longsor. Karena Jabar secara geografis  tengah ke utara dan tengah ke selatan lahan-lahan miring,” katanya.

    Gubernur menyatakan, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan cetak biru Jawa Barat sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province) yang akan ditanamkan kepada seluruh warga melalui pendidikan sekolah sejak dini hingga pelatihan.

    “Ini adalah upaya agar ketangguhan bencana ini menjadi budaya sehingga tidak melulu jadi urusan BPBD. Jadi, ini seperti di Jepang kami ikuti. Dan akan masuk ke kurikulum sekolah-sekolah. Kemudian menghadirkan kerelawanan bencana di tingkat RT/RW,” imbuhnya.

    Berdasarkan catatan, kejadian bencana di wilayah Jawa Barat per tahun mencapai 2.000 kejadian bencana, sehingga jika dirata-rata kasus kejadian bencana per hari terjadi tiga kali kebencanaan di Jawa Barat. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus