Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Tekan Penularan Kasus Covid-19

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39129.jpg

    KOTA BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengakui bahwa saat ini kasus penularan di Jawa Barat secara umum cenderung mengalami kenaikan yang dipicu munculnya tiga klaster baru yaitu klaster keluarga, industri dan perkantoran.

    "Sekarang trennya sedang naik, karena ada klaster keluarga yang sedang kita teliti," ucap Gubernur,  dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Makodam III/Siliwangi, Rabu (09/09/20). 

    Menurut Gubernur, untuk klaster industri, saat ini trennya mulai menurun seiring dengan penguatan kesepahaman dengan pihak industri untuk mengawasi pekerja sepulang kerja.

    "Sekarang para pekerja wajib mengisi kegiatan apa yang dilakukan sepulang kerja, sehingga oleh gugus tugas perusahaan dilakukan pengetesan juga komitmen pengetesan mandiri dengan biaya sendiri," tuturnya.

    Gubernur mengatakan, untuk rasio pengetesan di Jawa Barat dalam seminggu ini sudah di atas 50 ribu sehingga diharapkan Jawa Barat bisa memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak satu persen dari jumlah penduduk dalam lima minggu ke depan.

    "Berita baik, Jabar sudah melakukan pengetesan per minggu di atas 50 ribu, melompat dari 19 ribu. Sehingga kini butuh lima minggu lagi kita bisa mengikuti standar WHO yaitu (tes PCR) satu persen dari jumlah penduduk," katanya.

    Namun demikian menurut Gubernur, saat ini Jawa Barat juga masih berhadapan dengan tantangan soal tingkat kesembuhan pasien yang menurut pihaknya masih kurang maksimal. Dari data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) per 9 September pukul 15:00 WIB, masih ada 6.044 orang dalam perawatan atau isolasi di Jawa Barat.

    "Saat ini Gugus Tugas Jabar tengah mempelajari keberhasilan sembuh pada kasus COVID-19 di institusi pendidikan negara, seperti di Secapa AD, sehingga metoda, obat, dan lainnya akan kami rekomendasikan kepada ribuan kasus aktif yang ada di Jabar," imbuhnya.

    Gubernur menambahkan, melihat perkembangan epidemiologi, dipastikan bahwa perekonomian di Jawa Barat saat ini sudah menggeliat kembali. Pihaknya pun sudah menerima cetak biru dari Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Jabar dan diyakini pada Desember 2020 ekonomi Jawa Barat akan tumbuh positif.

    "Ekonomi sudah mulai menggeliat, kecuali sektor yang masih rawan seperti kegiatan ekonomi di ruang dalam, itu masih kita batasi, sekolah juga masih kita batasi. Harapan kami Jabar di bulan Desember 2020 bisa tumbuh positif berapa pun itu," harapnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus