Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bansos Untuk Nelayan Indramayu

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38478.jpg

    KAB. INDRAMAYU - Untuk menekan potensi penularan Covid19, Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyosialisasikan protokol kesehatan kepada nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Sejati, Kab. Indramayu, Selasa (14/7/2020). 

    Kang Uu menyatakan, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun, amat penting dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Ia pun meminta pengurus TPI untuk melakukan disinfeksi secara rutin. 

    "Komunikasi sangat dibutuhkan. Saya berharap semua sehat, memperkuat protokol kesehatan di mana pun dan dalam aktivitas apapun. COVID-19 belum ada obat atau vaksinnya. Maka, akan sulit untuk meniadakan COVID-19. Untuk mencegah sebaran COVID-19, terapkanlah protokol kesehatan," kata Kang Uu. 

    Terkait dengan bansos, menurut Kang Uu, bantuan sosial (bansos) Provinsi merupakan perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Jabar kepada masyarakat terdampak COVID-19. 

    "Bantuan yang diberikan kami kepada bapak/ibu, tidak akan memuaskan. Yang dapat belum puas, apalagi yang belum dapat masih banyak," ucapnya. 

    Meski begitu, Kang Uu berharap bansos provinsi dapat meringankan beban masyarakat Jabar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun meminta masyarakat menguatkan keimanan dan ketakwaan. 

    Asisten Daerah (Asda) Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kab. Indramayu Maman Kostaman mengatakan, sekitar 22 ribu Kepala Keluarga (KK) Kab. Indramayu mendapatkan bansos dari delapan pintu bantuan yang ada, termasuk bansos Provinsi. 

    "Di Kabupaten Indramayu tidak ada penolakan apapun dari semua elemen termasuk dari masyarakat. Untuk penyaluran bantuan provinsi terus berjalan." Katanya.

    Maman melaporkan, pendataan penerima bansos bukan hal mudah. Validasi data sempat menjadi persoalan di Kab. Indramayu. Ia memastikan, pihaknya akan terus memutakhirkan data penerima bansos. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus