Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Unpad Hadirkan Berbagai Inovasi Penanganan Covid Untuk Jawa Barat

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38252.jpg

    KOTA BANDUNG- Perguruan tinggi di Jawa Barat konsisten melahirkan inovasi dalam penanganan Covid-19. Halnya Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan mengembangkan Deteksi CePAD (Rapid Test 2.0)

    Kepala Pusat Studi Infeksi Fakultas Kedokteran Unpad, Bachti Alisjahbana mengatakan, hadirnya inovasi-inovasi alat pengetesan akan mempercepat diagnosa yang saat ini sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19. 

    "Saya pikir setelah melihat beberapa kali uji coba ini (Deteksi CePAD), cukup menjanjikan dengan sampel yang kami punya. Setelah ini, kami akan melakukan proses uji coba lagi," katanya. 

    Menurut Bachti, hasil inovasi lain dari Unpad adalah VitPAD-iceless Transport System, sebuah Viral Transport Medium (VTM) yang memiliki ketahanan dan keamanan untuk penyimpanan dan transportasi sampel virus di suhu ruang.

    "Kita harap produksi perbulan 50 ribu setelah falidasi tentunya, saat ini kita baru bisa 30 ribu," ucap Bachti, di Gedung Sate, Kamis (25/06/2020).

    Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran Unpad yang juga tim pengembangan vitPAD, Hesti Lina, mengatakan, ketergantungan akan VTM impor menjadi salah satu latar belakang timnya mengembangkan vitPAD, sedangkan Indonesia, khususnya Jabar, memerlukan VTM dalam jumlah banyak. 

    "Kami memikirkan bagaimana bisa membuat VTM produk lokal dan juga memiliki kualitas yang baik, dan tahan di suhu kamar, sehingga memudahkan transportasi dari fasilitas kesehatan di pelosok ke laboratorium pemeriksa (COVID-19)," ujarnya.

    Hesti menyatakan, penyimpanan sampel dalam VTM yang biasa digunakan harus berada di suhu 2-8 derajat celcius sehingga diperlukan boks es dengan pengamanan berlapis dalam pengiriman sampel ke laboratorium pemeriksaan.

    "Dalam pengiriman, VTM harus menggunakan icebox, sedangkan kalau ini (vitPAD) kami sudah tidak membutuhkan icebox lagi. Jadi, untuk transportasi lebih simpel dan bisa menjangkau daerah-daerah," ucapnya. 

    Hesti menambahkan, vitPAD sedang divalidasi ke sampel yang lebih banyak dan saat ini baru produksi 3.000 vitPAD yang disebar ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jabar.

    "Perizinan sedang paralel dilakukan, mungkin kami juga kerja sama dengan industri. Itu juga bisa diharapkan terbuka. Sehingga, kami bisa memproduksi vitPad lebih banyak, cepat, dan efisien, untuk bisa membantu kecepatan pemeriksaan COVID-19 di Jabar," pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus