Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BIOS 44 Bantu Tingkatkan Kesuburan Tanah

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38117.jpg

    KOTA CIMAHI- Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi akan mengoptimalisasi kebijakan yang sudah ada dengan potensi teknologi terapan sebagai penyambung kembali ekosistem yang terputus.

    Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo  mengatakan, melihat perkembangan Sektor 21 Citarun Harum yang berada di Kampung Cimenteng Desa Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi,  akan dicoba optimalisasi baru kebijakan yang sudah ada, meningkatkan dengan potensi teknologi yang kita bawa untuk menjadi penyambung dari ekosistem yang terputus.

    "Saya baru datang di Jabar (Kodam III/Siliwangi) pindah dari Sumbar. Melihat perkembangan Citarum Harum sendiri, mulai dari infrastruktur sampai kepentingan manfaat bagi taraf hidup masyarakat," ucapnya.

    Arief menilai, dengan adanya program Citarum Harum yang saat ini dilakukan berpengaruh besar terhadap kondisi sungai Citarun yang saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelum adanya program ini. 

    "Sudah jauh lebih baik, hanya kita perlu optimalisasi, Citarum ini mau kemana, kita harus menggabungkan dengan masyarakat dengan stakeholder terkait pada nilai strategis yang perlu dijaga secara berkelanjutan," katanya.

    Dalam kunjungannya, Arief menyaksikan  uji coba dan penggunaan teknis cairan BIOS 44 di media tanah dan air. BIOS 44 merupakan agen hayati dari gabungan simbosis mutualisme berupa cairan mikro organisme yang ditujukan untuk mengembalikan unsur kandungan dan tingkat kesuburan yang dibutuhkan media tanah dan air.

    Menurut Arief, terapan BIOS 44 yang dilakukan di Sektor 21 Citarun Harum ini segaris lurus dengan program Citarum, yang sebelumnya digunakan untuk membangun lahan gambut untuk dijadikan lahan produktif dari dampak pengelolaan sebelumnya.

    "Kita mencari solusi, untuk menjadi solusi kita harus mempelajari permasalahan. Lalu kita mengajak semua komponen-komponen yang berkompeten untuk menjadikan (produksi) yang bernilai inovasi,"  tutur Arief, saat kunjungan ke posko dan pembibitan Sektor 21 Citarum Harum, Kota Cimahi, Minggu (14/06/2020).

    Arief menambahkan, peremajaan lahan merupakan upaya untuk mengembalikan nilai manfaat lahan yang kemudian membangun perekonomian masyarakat yang pada terakhir membangun komunikasi yang saat ini sudah ada untuk lebih ditingkatkan.

    "Dalam pandangan tata kelola ruang dalam otonomi daerah saat ini potensi bisa saja terjadi atau menjadi bencana buatan. Karena semua pengelolaan aspek darat ini semua dikelola rame-rame, mulai dari Pemerintah Pusat sampai daerah," ungkapnya," ungkapnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus