Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    4 Pedagang Positif Covid-19, Pengawasan Pasar Semakin Ketat

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38061.jpg

    BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap tiga titik pasar tradisioal di Kota Bandung yang sejumlah pedagangnya reaktif COVID-19.

    Untuk diketahui Sebanyak 4 orang pedagang pasar dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Dari 1044 pedagang di 43 pasar, 45 orang reaktif terhadap rapid test. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan swab dan diketahui 4 orang dinyatakan positif.

    Empat orang tersebut terdiri dari satu orang pedagang Pasar Cihaurgeulis, satu orang pedagang Pasar Sadang Serang, dan dua orang Pasar Leuwipanjang. Atas penemuan tersebut, PD Pasar Bermartabat langsung menutup di salah satu blok pasar tersebut.

    Pasca temuan tersebut, isolasi satu blok basahan di Pasar Leuwipanjang telah dilakukan dan dilakukan pelacakan. PD Pasar juga telah menyemprotkan disinfektan ke seluruh area pasar Leuwipanjang. Kemudian mendata para pedagang sebagai upaya awal pelacakan.

    Namun demikian, Walikota Bandung Oded M Danial menegaskan masyarakat tidak perlu takut untuk berbelanja ke pasar. Namun warga harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker. Karena selain menjaga diri juga sekaligus melindungi orang lain agar tidak terpapar.

    Dilain hal, Pemkot Bandung menilai mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung telah siap kembali beroperasi. Dari sebanyak 24 mal dan pusat perbelanjaan, hanya satu yang belum memenuhi standar protokol kesehatan.

    Sebagian mal dan pusat perbelanjaan telah menerapkan protokol kesehatan maksimum mulai dari pintu masuk, eskalator, lift, area penyewa (tenant), hingga ruang ibadah. Kini, setiap mal pun diwajibkan memiliki ruang isolasi. Tiap-tiap penyewa dan pengelola mal wajib mengikuti aturan ini jika ingin tempat usahanya beroperasi di masa pandemi.

    “Jika tenant tidak mematuhi protokol kesehatan, maka tenant tersebut akan ditutup. Dan jika yang melakukan kesalahan adalah manajemen mal, maka satu mal itu akan langsung kami tutup,” tegas Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung.

    Kendati begitu, Oded belum menyebutkan tanggal pasti kapan pusat perbelanjaan bisa beroperasi. Pihaknya ingin melihat hasil evaluasi PSBB Proporsional yang diberlakukan hingga tanggal 12 Juni 2020 mendatang. Jika kurva Covid-19 Kota Bandung membaik, pembukaan mal bisa jadi dilakukan.

    “Kami akan tegas, karena berdasarkan arahan dari epidemiolog, sesungguhnya kita ini belum bisa melakukan relaksasi karena angka reproduksi Covid-19 belum memuaskan. Kita baru bisa relaksasi jika angka reproduksi di bawah angka 1 selama 14 hari,” ungkap Oded.

    Ia mengungkapkan, per tanggal 4 Juni 2020 angka reproduksi di Kota Bandung sudah mencapai angka 0,56. Namun seiring ditemukannya kasus positif di kelompok pedagang pasar dan tenaga kesehatan, angka reproduksi kemungkinan naik meskipun masih di bawah nilai satu. Ia pun belum  bisa membuat kesimpulan karena kurva masih fluktuatif.

    “Kita lihat setelah evaluasi PSBB Proporsional tanggal 12 Juni nanti,” ujar Oded. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus