Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Masyarakat Diminta Waspadai Gas Vulkanik

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_33815.jpg

    BANDUNG - Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat dipastikan mengalami erupsi pada Jumat (26/7/2019). pukul 15:48 WIB.

    Data dari Pos Pengamatan Gunungapi Tangkuban Parahu erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.

    “Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 30 detik,” dalam keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi.

    Meski mengeluarkan erupsi saat ini Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada Status *Level I (Normal)* . Namun pihak PVMBG tetap mengeluarkan rekomendasi bagi warga dan pengunjung Tangkuban Parahu yakni:

    A.  Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks G. Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

    B.  Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata G. Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. 

    Sementara itu para karyawan di Gedung Sate banyak yang naik ke menara Gedung Sate untuk melihat dari kejauhan kondisi asap di gunung Tangkuban Parahu.

    "Asapnya terlihat jelas dari sini namun sayang agak buram karena polusi udara barangkali" ujar Dicky pegawai di Biro Humas Gedung Sate. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus