Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Peserta Magang ke Jepang Belum Terlindungi

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/lediahanifa4.jpg

    JAKARTA- Program magang kerja ke Jepang, hasil kerjasama antara Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan International Man Power Japan (IM Japan) telah berlangsung sekitar 20 tahun. Realisasi program tersebut, selain pemberangkatan melalui lembaga pemerintah, beberapa pihak swasta juga turut berperan serta mengirimkan tenaga-tenaga kerja muda dari Indonesia untuk magang kerja selama 3 tahun.
     
    Namun, dalam pelaksanaannya,  program yang tersebut  masih menyisakan  banyak masalah yang perlu dibenahi pemerintah, diantaranya adalah persoalan persiapan pra-keberangkatan dan perlindungan pekerja magang di masa pemagangan. Hal tersebut, diungkapkan Anggota komisi IX DPR RI Ledia Hanifa, dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id (1/10)
     
    Ledia Hanifa, dalam siaran pers tersebut mengungkapkan temuan tersebut  terungkap dalam kegiatan tatap muka dengan sejumlah peserta magang kerja di Tokyo Sabtu 29 Oktober 2011. Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekolah Indonesia Tokyo dan diorganisir oleh Ikatan Pekerja Trainee Indonesia Jepang (IPTIJ) itu banyak peserta mengaku mengalami hambatan kerja karena tidak tahu menahu tentang pekerjaan yang akan dijalani dan tidak memiliki ketrampilan yang memadai untuk pekerjaan yang akan dijalani.
     
    “Mereka tidak mendapat penjelasan yang cukup tentang apa yang akan mereka kerjakan saat magang kerja di Jepang, hanya penjelasan umum.  Padahal mereka langsung di tempatkan di perusahaan-perusahaan. Soal ketrampilan kerja pun banyak yang tidak siap. Padahal mereka sudah dilatih dalam masa pemberangkatan sampai sekitar 2 bulan setengah tetapi lebih ke penguasaan bahasa Jepang dan persiapan fisik sementara ketrampilan kerja nyatanya tidak memadai untuk langsung terjun bekerja.
     
    Temuan berikutnya, perlindungan bagi para peserta program magang selama bekerja di Jepang pun ternyata sangat minimalis. Hal ini terungkap dari keluhan-keluhan para pekerja magang yang setelah sampai di Jepang banyak ditempatkan bekerja pada tempat dan situasi yang cukup berbahaya.
     
    Peserta magang di Negara tersebut langsung ditempatkan bekerja, seperti di tempat pengecoran, pengelasan, di pabrik perikanan, pertanian dan lainnya mulai dari perusahaan skala besar, menengah sampai kecil.
     
    Leida, dalam bagian lain keterangannya memaparkan dari peserta magang, tak sedikit dari peserta magang yang ternyata harus bekerja di tempat yang penuh limbah atau di tempat bersuhu 400 derajat Celcius seperti di tempat peleburan biji besi, di tempat pengelasan, tanpa perlindungan cukup. Mereka juga kerap harus mengangkuti beban-beban sangat berat dan bekerja diluar jam kerja tanpa hitungan lembur. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus