Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub Jabar Dampingi Wapres JK Resmikan Gedung Baru RS PMI di Bogor

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_32817.jpg

    BOGOR -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mendampingi Kunjungan Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, pada Kegiatan Peresmian Gedung A (Afiat Center dan Kalla Ballroom) Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor, yang berlokasi di Jl.Padjajaran No. 80 Kota Bogor, pada hari Senin (29/04/19).

    Dalam arahannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong pelayanan rumah sakit yang lebih baik lagi. Pelayanan menurut Kalla, merupakan unsur penting selain teknologi.

    "Karena walau dokter hebat, teknologi maju, tapi kalau perawatnya kurang tersenyum, kurang care itu tidak akan dikunjungi," kata Wapres JK.

    Jusuf Kalla yang juga ketua umum PMI mencontohkan pelayanan kesehatan di Singapura yang ramai peminat. Menurutnya berobat ke Singapura bukan berarti jaminan untuk sembuh. Namun, banyak orang berobat ke sana karena mengharapkan pelayanan yang lebih baik.

    "Nggak berarti ke Singapura (ada jaminan) sembuh. Kita menganggap hospitality nya lebih baik, dokternya lebih update, peralatannya lebih baik," katanya.

    khususnya di Kota Bogor, yang padat penduduk, tentu membutuhkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang baik, yang mempu mengakomodir kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang prima.

    "Bogor yang luas membutuhkan pelayanan yang baik, ujarnya.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, PMI sebagai organisasi terdepan dalam bidang sosial kemanusiaan, memberikan manfaat yang tentu dirasakan masyarakat. Khususnya dengan hadirnya RS PMI dan Gedung Barunya yang saat ini diresmikan.

    "Atas nama Masyarakat Jawa Barat, kami berterima kasih kepada PMI yang telah menghadirkan Rumah Sakit di Wilayah Jawa Barat, sebagai solusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," kata Uu.

    Kesehatan masyarakat, menurutnya, merupakan aspek utama dalam pembangunan. Artinya Jawa Barat bisa menggapai semua cita- cita pembangunannya kalau indeks kesehatan masyarakatnya baik. Sehingga, masyarakat yang sehat akan lebih profuktif mendorong pembangunan.

    Sejalan itu, lanjut Uu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, terus berupaya membangun fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerahnya. Maka hadirnya rumah sakit PMI di Bogor, menjadi salah satu pendukung dalam pemberian layanan kesehatan, yang disebabkan keterbatasan jangkauan Pemerintah dalam memberikan pelayanan menyeluruh. 

    Sementara itu, Pembangunan gedung baru Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor sudah selesai. Gedung tersebut diberi nama Grand Afiat. Gedung ini hadir dengan fasilitas lengkap demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit PMI Bogor dr. Farid W Husain, berharap gedung baru RS PMI Bogor dapat menjawab kebutuhan kesehatan yang bersifat kuratif maupun preventif. Maka pembangunan Grand Afiat merupakan salah satu upaya penunjang berbagai kebutuhan masyarakat masa kini.

    "Grand Afiat rencananya akan menjadi One stop health service and life style yang merupakan latar belakang didirikannya Grand Afiat RS PMI Bogor," katanya.

    Selain itu, akan ada penambahan beberapa spesialis, seperti kedokteran gigi dan sub spesialis seperti fetomaternal, onkologi serta konsulen ginjal, selain klinik khusus seperti, klinik tumbuh kembang, klinik perawatan luka dan klinik nyeri.

    "Sebelumnya klinik gaya hidup seperti medical check up, klinik kosmetik medik, klinik akupuntur medik, klinik gizi, klinik laktasi sudah dikembangkan. Kini akan dibuka layanan seperti klinik geriatri, klinik memory, man clinic, dan klinik lainnya untuk melengkapi layanan yang sudah ada," jelasnya.

    Direktur Rumah Sakit PMI Bogor dr Yuliantini mengatakan, pembangunan Grand Afiat merupakan salah satu upaya penunjang berbagai kebutuhan masyarakat masa kini. Sehingga ke depan, Grand Afiat tidak hanya diperuntukan bagi orang yang memerlukan pengobatan karena sakit. Namun juga untuk orang- orang yang ingin mempertahankan kesehatannya.

    Selain sarana penunjang kuratif dan life style, Gedung dengan luas 9.721 m2 juga didukung fasilitas lainnya seperti restoran, cafe, bank, minimarket, optik, dan toko perlatan kesehatan. Tak hanya itu ballroom dengan kapasitas pengunjung lebih dari 700 orang di lantai 4 bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang hendak menggelar acara seperti seminar, rapat koordinasi serta pesta pernikahan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus