Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rapat Paripurna Digelar, Bupati Sukabumi Sampaikan Keputusan 4 Raperda

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30874.jpg

    KABSUKABUMI-Bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Jl.Jajaway Pelabuhanratu, Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami menyampaikan Keputusan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) tentang APBD tahun anggaran 2019,RAPERDA tentang Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, RAPERDA tentang Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata dan RAPERDA tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum. Jumat (30/11)

    Mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang  anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2019, Bupati menyampaikan bahwa penyusunan rancangan APBD ini telah disesuaikan dengan arah kebijakan pokok pembangunan Kabupaten Sukabumi yang merupakan prioritas dan tertuang dalam kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) tahun anggaran 2019.

    "Dalam rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten sukabumi tahun anggaran 2019 telah tersusun pada struktur APBD yang terdiri dari pendapatan, belanja maupun pembiyaan. Dalam rangka mengakomodir kepentingan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Sukabumi," jelasnya.

    Selanjutnya mengenai RAPERDA Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Bupati menyampaikan bahwa dalam perspektif Hukum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ditetapkan pada tanggal 1 Oktober 1945 berdasarkan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah tingkat II Sukabumj nomor 02 tahun 1993 tentang penetapan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, akan tetapi setelah dilakukan penelusuran sejarah,dokumentasi dan studi komparasi dengan pendekatam landasan filosofis, sosiologis dan yuridis. Bahwa berdasarkan hasil penelusuran sejarah  Kabupaten Sukabumi disebut dalam  ketetapan Gubernur P.MIJER pada 10 September 1870 yang termuat dalam STAATSBLAD VAN NEDERLANDS-INDIE OVER JAAR 1870 no. 121 yang membagi Kabupaten/afdeeling Cianjur memjadi 2 (dua) wilayah yaitu afdeeling Cianjur dan afdeeling Sukabumi, sehingga berdasarkan fakta dan data sejarah tersebut tanggal 10 September 1970 lebih tepat sebagai Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

    "Dalam rangka meningkatkan rasa cinta dan menghargai nilai-nilai sejarah berdirinya kabupaten sukabumi, kita akan selalu memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi pada setiap tanggal 10 September," ungkapnya.

    Lebih lanjut terkait dengan RAPERDA tentang Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata, Bupati menjelaskan bahwa dalam rangka mendorong pembangunan daerah, peran BUMD dirasakan semakin penting sebagai perintis dalam sektor usaha yang belum diminati oleh usaha swasta, sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan pasar dan turut membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah.

    "Saya berharap setelah PERDA tentang Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata ditetapkan, dengan tata kelola perusahaan yang baik akan membawa perubahan dalam manajemen dan/atau Pengelolaan Perumda Pesona Pariwisata, sehingga kedepan selaras dengan harapan kita semua, kinerja Perumda Pesona Pariwisata semakin meningkat sekaligus juga dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat kabupatem sukabumi terutama membantu usaha mikro kecil dan menengah dengan menggali potensi-poyensi kepariwisataan yang ada di kabupaten sukabumi sekaligus juga harus dapat meningkatkan pendapatan asli daerah malalui pembagian laba yang ditetapkan dalam anggaran dasar Perumda Pesona Pariwisata," jelasnya.

    Sedangkan terkait dengan RAPERDA Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Tirtajaya Mandiri, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menerima surat Sekretaris Daerah Probinsi Jawa Barat nomor 188.342/5324/Hukham tanggal 21 November  2018 hal fasilitasi rancangan peraturan daerah Kabupaten Sukabumi, dan kami telah melakukan penyempurnaan terhadap RAPERDA dimaksud sesuai dengan hasil fasilitasi Provinsi tersebut.

    "Dengan diberikannya penyertaan modal ini, Perumda Air Minum Tirtajaya Mandiri dapat meningkatkan kinerjanya sesuai dengan maksud dan tujuan dari pemberian penyertaan modal daerah yaitu untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas, kuantitas, kontinuitas, keterjangkauan dan cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat, meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, kinerja serta daya saing perusahaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan pendapatan asli daerah," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus