Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPR Pertanyakan Komitmen Layanan Publik Angkasa Pura

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/YudiWidiana-012.jpg

    Komisi V DPR RI mempertanyakan komitmen PT Angkasa Pura untuk menyediakan layanan angkutan publik baik menuju Bandara maupun dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Lonjakan jumlah penumpang yang begitu besar di kedua Bandara tersebut kenyataannya belum diimbangi dengan layanan angkutan publik yang memadai. Demikian disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia dalam kunjungan kerja ke Bandara Soekarno Hatta, Jumat (5/8).

    Tahun ini PT Angkasa Pura meningkatkan kapasitas penumpang Bandara Soekarno-Hatta dari sebelumnya 22 juta penumpang per tahun menjadi 62 juta penumpang per tahun. Biaya yang dialokasikan untuk peningkatan kapasitas tersebut mencapai Rp 12 Trilyun. Sedangkan untuk Bandara Husein Sastranegara, Angkasa Pura meningkatkan kapasitas penumpang dari 750 ribu penumpang menjadi 910 ribu penumpang per tahun.

    "Sayang sekali, peningkatan kapasitas itu tidak dibarengi dengan peningkatan kemudahan akses menuju dan dari Bandara dengan penyediaan angkutan publik terutama di Bandara Husein Sastranegara," ujar Yudi.

    Lebih lanjut Yudi mengatakan, untuk Bandara Soekarno Hatta, rendahnya komitmen Angkasa Pura menyediakan layanan angkutan publik membuat kemacetan yang luar biasa hampir setiap hari baik menuju Bandara maupun saat keluar Bandara. Hal tersebut sangat mengganggu calon penumpang pesawat karena mengalami keterlambatan waktu untuk tiba di Bandara.

    Saat ini terdapat kondisi yang timpang antara jumlah penumpang dengan kapasitas angkutan publik yang tersedia. Saat ini pergerakan penumpang per hari di bandara Soekarno Hatta mencapai 123 ribu - 125 ribu per hari. Sedangkan kapasitas angkutan publik yang tersedia hanya mampu mengangkut 12 ribu penumpang per hari.

    Kondisi lebih parah terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, tutur Yudi. Angkutan publik yang tersedia hanya angkutan Taxi, padahal seharusnya disediakan feeder bus atau angkutan publik berkapasitas besar untuk mengangkut calon penumpang. Terlebih banyak penumpang yang menggunakan Bandara Husein Sastranegara adalah turis asing dari negeri jiran yang berwisata belanja di Bandung dan sekitarnya.

    Yudi juga mempertanyakan komitmen Angkasa Pura untuk memberikan pelayanan yang sama untuk setiap maskapai penerbangan. Sebagai misal, ada pesawat yang sudah dilayani dengan garbrata atau jembatan penghubung pesawat. Menurut Yudi, poin ini termasuk salah satu yang banyak diadukan publik ke Komisi V DPR terkait layanan Bandara.

    Poin terakhir yang dikritisi anggota Komisi V terhadap Angkasa Pura adalah peristiwa padamnya aliran listrik dan sambungan telepon di Bandara yang menyebabkan kacaunya layanan administrasi penumpang di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu. Hal itu tidak boleh terjadi lagi mengingat persoalan itu menyangkut martabat bangsa di hadapan penumpang asing dan dunia internasional.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus