Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jokowi Dorong Ponpes Bentengi Anak Didik Dari Pengaruh Negatif Media Sosial

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25413.jpg

    GARUT- Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut data BPS (2010), penduduk Muslim di Indonesia mencapai 207 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar, serta peran Pondok Pesantren, Presiden Jokowi berharap Indonesia mampu menghalau dan mengantisipasi segala potensi negatif, seperti hoax, ujaran kebencian, dan provokasi.
     
    “Sekarang telah terjadi transisi perubahan. Landscape ekonomi, interaksi sosial, dan politik global berubah. Kenapa terjadi perubahan seperti ini. Karena pola komunikasi sosial kita berubah. Adanya gawai, smartphone itu mengubah pola interaksi sosial yang ada,” ungkap Jokowi dalam sambutannya di pembukaan Rakornas ke-2 Pondok Pesantren Muhammadiyah.
     
    Lebih lanjut Jokowi mengatakan, perubahan-perubahan seperti ini harus bisa disadari oleh masyarakat Indonesia. Termasuk interaksi sosial dalam media sosial. Beragamnya informasi yang ada di media sosial, baik informasi negatif atau positif harus bisa diwaspadai masyarakat. Hal tersebut, kata Jokowi bisa mempengaruhi generasi saat ini.
     
    “Siapa yang bisa menyaring (segala informasi di media sosial atau mainstream) saat ini?. Ya pembangunan karakter santri-santri kita, pembangunan karakter anak-anak didik kita. Dengan nilai-nilai agama, dengan nilai karakter Indonesia, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh arus informasi yang akan merubah budaya, perilaku, budi pekerti yang telah dimiliki bangsa kita,” papar Jokowi.
     
    “Ini bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan. Semua mengeluh hal yang sama. Kata salah satu kepala negara bilang ke saya bahwa media mainstream bisa kita kuasai, tapi kalau media sosial tidak bisa kita kuasai. Apabila media sosial tidak ada yang membentengi, tidak ada yang memagari. Ya inilah fungsinya, pentingnya pondok-pondok Pesantren Muhammadiyah memberikan pemahaman yang benar kepada anak didik, kepada santri-santrinya,” jelasnya.

    Usai berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Arqam, pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Garut ini, Jokowi juga membagikan sebanyak 5.500 sertifikat tanah di Lapangan Olahraga Kerkof, Jl. Merdeka Kabupaten Garut, Selasa sore (17/10/2017). Penerima sertifikat berasal dari Kabupaten Garut (2.500 penerima sertifikat), Kabupaten Sumedang (2.500), dan Kabupaten Bandung (500).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus