Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ratusan Siswa SMA Nobar Film G30S/PKI

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25097.jpg

    BANDUNG-Sekitar 331 Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Darul Hikam melakukan kegiatan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI tujuannya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pelajar.

    Guru Sejarah SMA Darul Hikam, Yogi Siregar mengatakan kegiatan yang diikuti oleh kelas X sampai XII ini juga ingin memberikan pemahaman tentang film G30S/PKI agar para siswa memiliki pengetahuan tentang perjalanan sejarah bangsa.

    "Pemutaran film ini, diharapkan para siswa mampu memilah dampak positif maupun negatifnya," katanya kepada wartawan di Bandung, Sabtu (30/9/2017).

    Yogi mengungkapkan dalam menyikapi perkembangan media saat ini diharapkan siswa lebih dewasa menyikapi konten yang ada dalam film G30S/PKI sehingga bisa lebih memahami, memaknai dan menumbuhkan kecintaan semangat nasionalisme terhadap bangsa.

    "Kami berharap siswa, bisa lebih dewasa menyikapi perkembangan semua media termasuk yang lagi 'booming' tentang film G30S/PKI. Selain itu, bisa meneruskan cita-cita para pahlawan," jelas Yogi.

    SMA Darul Hikam menyambut baik penayangan kembali film G30S/PKI karena dinilai sebagai salah satu wahana pembelajaran bagi generasi muda.

    Terkait kontroversi penayangan film tersebut, Yogi menyebutkan bahwa fakta sejarah harus dikaji kembali jika masih terdapat keraguan dalam konten film G30S/PKI.

    "Tentu saja negara dalam hal ini pemerintah memiliki maksud yang baik dengan pemutaran kembali film ini. Maka kami dari akademisi mengapreasiasi langkah yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

    Dia berharap ke depannya film itu bisa dibuat versi terbaru mengingat kelak penontonnya generasi muda yang sudah memasuki era digital.

    "Saya pikir bagus dibuat versi terbaru agar bisa disesuaikan dengan usia penontonnya yang kini sudah memasuki era digital," pungkasnya.

    Adapun, siswa kelas XII, Zara Rahmi mengaku bahwa dirinya kali pertama menonton film tersebut. Ia menilai secara konten, memiliki nilai sejarah bangsa sehingga bisa menimbulkan kecintaan terhadap negara.

    Namun, kata Zara, akan lebih baik lagi jika media visualnya lebih diperbaharui. Agar lebih rasa memiliki terhadap bangsa ini.

    "Jadi lebih tahu kalau dulu sempat terjadi pengkhianatan oleh PKI. Bagusnya dibikin versi terbaru film itu, biar lebih enak aja ditontonnya," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus