Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkot Bogor Imbau Warga Tidak Sahur On The Road

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23236.jpg

    BOGORKOTA-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau warga untuk tidak melakukan Sahur On The Road (SOTR) saat bulan ramadhan. Namun jika ingin berbagi kepada sesama dapat langsung dilakukan ke lokasi sasaran dengan tidak melakukan konvoi untuk memberikan kenyamanan dalam beribadah.

    Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kepada seluruh warga Kota Bogor bagi yang ingin berbagi, baik itu berbagi ketika santapan untuk berbuka maupun santapan untuk sahur agar dilakukan dengan tertib dan langsung ke sasaran.

    “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya menghimbau dalam berbagi agar tidak usah konvoi berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan, selain rawan kecelakaan juga rawan terjadinya gesekan dan mengganggu ketertiban,” kata Bima seusai melaksanakan Tes kebugaran bagi para pejabat di Lingkungan Pemkot Bogor di Taman Sempur, Kota Bogor, Jumat (26/05/2017) pagi.

    Bagi setiap muslim kata Bima, Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan penuh berkah karenanya ia mengajak semua warga Kota Bogor khususnya agar mampu memanfaatkannya secara maksimal dengan memperbanyak ibadah.

    “Yang utama adalah ibadahnya dan berbaginya. Untuk memastikan tidak ada konvoi selama bulan Ramadhan kami akan melakukan patroli. Kami ingin ramadhan tahun ini warga Kota Bogor lebih khusyuk dalam menjalankan ibadahnya. Kami juga akan membuat surat edaran terutama bagi sekolah-sekolah terkait kegiatan berbagi santapan berbuka maupun sahur,” jelasnya.

    Hal senada dikatakan, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, ia mengimbau dan menyarankan agar pihak-pihak yang ingin melaksanakan kegiatan berbagi santapan berbuka maupun santapan sahur dapat mengunjungi panti asuhan, rumah-rumah manula atau kaum dhuafa.

    “Himbauan saya jangan dijalanlah, untuk gelandangan dan pengemis (Gepeng) akan ditangani dinas terkait. Bisa juga Pemkot Bogor mendata rumah-rumah yatim, panti jompo maupun kaum dhuafa yang diarahkan pihak yang ingin berbagi santap maupun berbuka puasa ke sana agar tepat sasaran,” tuturnya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menerangkan, bahwa berbagi itu hal yang positif dalam rangka mengajarkan, tetapi bukan untuk dijalan.

    “Menurut saya hal ini perlu diinformasikan, jika sahur dilakukan dijalan saya rasa sasarannya hanya untuk kelompok tertentu saja, silakan berbagi sahur tapi jangan dijalan. Kita ingin berbagi bagi mereka yang ingin bershaum (puasa),” jelas Ade. (humas) SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus