Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Apresiasi Kemajuan Pendidikan Tinggi di Garut

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19262.jpg

    GARUT–Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki kemajuan dalam bidang pendidikan tinggi. Pasalnya 7.000 dari 28.000 atau 20% lulusan SMA yang ada di Garut setiap tahunnya bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun memberikan apresiasinya pada acara Wisuda ke VIII Tahun 2016 STIE Yasa Anggana Garut di Kampus II STIE Yasa Anggana, Jl. Pembangunan No. 161 A, Kabupateb Garut, Sabtu (24/9/16).

    Gubernur mengatakan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Garut ada diatas tingkat APK provinsi. “Kalau Pak Bupati (Garut) mengatakan ada 28 ribu lulusan SMA di Garut kemudian tujuh ribu yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, itu berarti 20 persen lebih. Itu berarti lebih tinggi daripada Jawa Barat,” kata Gubernur di hadapan para wisudawan.

    “Rata-rata Jawa Barat 20 persen angka partisipasi pendidikan tingginya, jadi kalau tujuh ribu dari 28 ribu itu lebih dari 20 persen. Oleh karena itulah, Alhamdulillah Garut termasuk pendidikannya yang semakin maju,” lanjut Gubernur.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi. Karena menurut Gubernur pendidikan akan memberikan perubahan – baik pada individu ataupun kondisi masyarakat.

    Untuk itu, pada kesempatan ini Gubernur pun mengajak kepada para wisudawan ataupun lulusan perguruan tinggi di seluruh Jawa Barat menjadi bagian dari pembangunan perubahan. “Oleh karena itulah saya menginginkan para wiusadawan menjadi bagian dari trigger kemajuan masyarakat, khususnya Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya,” ujar Gubernur.

    Kemajuan suatu bangsa bisa ditandai dengan SDM-nya yang unggul dan bisa berdaya saing tinggi. Untuk itu, Gubernur pun ingin setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah para wisudawan harus bisa menciptakan peluang kerja atau job creator dan tidak menjadi job seeker (pencari kerja). Hal ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak dan mengurangi tingkat pengangguran.

    Pada wisuda tahun ini, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana meluluskan 271 wisudawan. Sebanyak 200 wisudawan berasal dari Program Studi Manajemen (S-1) dan 71 wisudawan merupakan lulusan Program Studi Keuangan Perbankan (D-3).

    Selain Wisuda, pada acara ini Gubernur juga meresmikan penggunaan Auditorium STIE Yasa Anggana serta memberikan sumbangan sebesar Rp 500 juta untuk pembangunan masjid di lingkungan kampus tersebut.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus