Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher : Orang Sunda di Perantauan Harus Menjadi Perekat

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17043.jpg

    TABANAN BALI-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bersilaturahim dengan para Inohong, serta masyarakat Bali asal Sunda pada Puncak perayaan hari jadi ke-8 (Sewindu) Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) Bali, bertempat di Gedung I Ketut Maria, Tabanan Bali, Jumat (22/04/16).

    "Pada malam hari ini saya berbahagia karena saya bertemu dengan masyarakat Provinsi Bali asal suku Sunda, asal Provinsi Jawa Barat" ungkap Aher. Suku Sunda merupakan salah satu etnis besar di Indonesia. Mereka tak hanya berpopulasi di Tanah Pasundan, sebagian besar dari mereka pun menyebar hingga ke seluruh wilayah di Indonesia.

    Maka dari itu, Gubernur Aher menilai hadirnya PUsundan di Bali menjadi penting. Forum tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Bali asal Sunda, Jawa Barat, sebagai media komunikasi demi semakin kokohnya silaturahim antar perantau Sunda di Bali.

    Aher pun menyatakan, bahwa masyarakat asal Sunda di manapun ia mengembara, khususnya di Provinsi Bali agar dapat menjadi perekat, yang secara harmonis bersama warga Bali setempat untuk bersatu, berkolaborasi memajukan daerah. Lebih luas, dan lebih hebat lagi, bila dengan rekatan persatuan tersebut dapat membentuk sebuah gerakan yang memajukan bangsa Indonesia.

    Di samping itu, Aher menuturkan bahwa rasa bangga menjadi suatu golongan, atau etnis tertentu, dalam hal ini Sunda, jangan sampai memunculkan arogansi. Menurut Aher 'suku' bukanlah suatu kemuliaan. Namun kemuliaan, sekaligus penghargaan akan hadir bila dengan spirit 'etnis' yang ada dapat menghadirkan prestasi.

    Dalam hal ini, etnis Sunda khususnya yang ada di Bali perlu bersumbangsih. Memberikan kontributif bagi Bali. Sehingga hadirnya suku Sunda di Bali dapat menjadi pendorong kemajuan, yang dapat menciptakan keunggulan di berbagai bidang seperti diantaranya: Budaya, Ekonomi, dan pembangunan dalam arti yang luas, yang secara bersama-sama memajukan bangsa dalam lingkup Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

    Hal ini pun dapat menjadi sarana dalam mengamalkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika" di Negeri yang dicintai ini. "Kesukuan bukan kemuliaan. Ia akan jadi kemuliaan  apabila dengan kesukuan tersebut kita bisa mendatangkan prestasi, menghadirkan kebaikan, kita bisa menghadirkan keunggulan, untuk dikembangkan secara bersama-sama dalam lingkup Kebangsaan kita di Indonesia," tutur Aher.

    "Saya juga dengan penuh hormat kepada Gubernur Bali, dan para Bupati/ Walikota di Bali mengucapkan terima kasih atas penerimaan masyarakat Bali asal Jawa Barat, diterima dengan baik," tambahnya. Senada Aher, Ketua PUSunda Bali Jaka Bandung mengatakan, peringatan hari jadi PUSunda Bali menjadi pengingat untuk mempertegas peran etnis Sunda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Dia mengansumsikan, apabila dengan merantau saja berarti sudah 'menitipkan diri' di 'tempat orang', maka selayaknya lah, perantau - khususnya 'Etnis Sunda' di Bali untuk berkontribusi menghadirkan prestasi bagi Bali.

    "Kita harus bersumbangsih kepada pemerintah setempat tanpa melupakan Jatidiri. Ke depan PUSunda Bali secara paguyuban, dan masyarakat sunda yang ada di perantauan, khususnya yang ada di Pulau Dewata ini, bisa meningkatkan peranya secara kontributif bagi kemajuan Indonesia oleh urang Sunda," papar dia.

    Jaka juga ingin, Orang sunda harus jadi yang terdepan.  Kata dia, paradigma dari 'mangga tipayun,' harusnya ditransformasikan menjadi 'punten kapayunan''. "Supaya kita tidak 'didahului' orang dalam kompetisi yang positif demi meraih prestasi," katanya.

    Sekitar 2000 masyarakat Sunda di Bali pun berhimpun pada kegiatan tersebut. Hal menarik pada event silaturahim ini yakni, disediakannya aneka kuliner khas Sunda secara khusus. Panganan khas Sunda seperti siomay, batagor, cilok, dan jajanan khas lainnya, dapat dinikmati setiap yang datang.

    Untuk memeriahkan acara, hiburan kesenian khas Sunda pun didatangkan langsung dari Jawa Barat. Suguhan hiburan yang ditampilkan antara lain tari topeng, jaipongan, serta rampak kendang.

    Tentu suasana sunda kental terasa, membawa suasana hati mereka yang datang seolah sedang berada di tanah Pasundan. Tak sampai disitu, acara pun bertabur doorprize, hasil rempugan dari para tokoh Sunda, Jawa Barat.

    Hadir pada silaturahim tersebut, para tokoh Jawa Barat di Bali seperti Pembina PUSunda Bali Mayjen TNI Dedi Kusnadi, yang  pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, mantan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, serta Ketua PUSunda Jaka Bandung,  ketua panitia acara Opay dan ketua PUSunda Tabanan Iwan Kurniawan, serta sejumlah pengurus PUSunda Tabanan. Selain itu hadir pula Asisten II Setda Provinsi Bali beserta jajaran Muspida, Bupati Tabanan serta para pejabat dan tokoh masyarakat, juga tamu undangan lainnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus