Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Melihat Gerhana Matahari Di Boscha Lembang

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16375.jpg

    LEMBANG-Fenomena Alam ciptaan Yang Maha Kuasa, yang langka terjadi, yaitu "gerhana matahari", mendapat perhatian yang luar biasa dari masyarakat. Semua lapisan masyarakat tak terkecuali anak-anak ikut larut melihat fenomena alam tersebut. 

    Banyak tempat yang menjadi titik pengelihatan gerhana matahari di Kota Bandung. Ada yang di Monumen Perjuangan Jawa Barat (Monju), kemudian di Jl. Layang Pasupati, dan tentu di Peneropong Bintang Boscha Lembang. Di Boscha Lembang inilah menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat. 

    Sejak waktu shubuh (mulai terbit fajar), ribuan orang sudah memadati area Peneropong Boscha Lembang. Bahkan ada yang sampai menginap di hotel atau penginapan di sekitar Kota Lembang dan mereka biasanya sambil berekreasi di pusat wisata di sekitar Kota Lembang.

    Tim reporter jabarprov.go.id dipagi hari sekira pukul 06.00, Rabu (9/3) sudah tiba di kawasan Peneropong Bintang Boscha Lembang. Jalan masuk ke Boscha sudah dipadati pengunjung yang umumnya menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Mereka ada yang sengaja datang dari daerah Kabupaten Garut, Cimahi, Cianjur, Kota Bandung dan dari daerah Lembang itu sendiri. Mereka ingin melihat fenomena gerhana matahari. 

    Untuk melihat langsung gerhana matahari tentu harus menggunakan kacamata khusus. Pihak pengelola Peneropong Boscha telah menyediakan sekitar 100 kacamatan itu dan  dibagikan secara gratis, namun karena banyaknya pengunjung, maka dalam waktu sekejap sudah habis. Pengunjungpun menyerbu Toko Souvenir yang menjual kacamatan tersebut, lagi-lagi dalam waktu singkat habis terjual. Mas kami menyediakan dan menjual ratusan kacamatan namun habis dibeli pengunjung", kata petugas itu".

    Dari pantauan jabarprov.go.id, kehadiran ribuan pengunjung ke tempat Peneropong Bintang Boscha itu tidak terkoordinir dengan baik. Tidak ada petugas yang memandu atau memberi penjelasan secara teknis tentang fenomena gerhana matahari. Sehingga mereka begitu saja memenuhi areal Boscha secara bergerombol. Menurut salah seorang petugas jaga, bahwa semua tim akhli Boscha sedang berada di pusat penelitian di daerah yang gerhana mataharinya berlangsung secara total. "Di sini hanya ada enam mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian", ujarnya. 

    Kendatipun demikian, pengunjung cukup puas melihat indahnya fenomena gerhana matahari sejak pukul 06.15 hingga pukul 08.05 walaupun untuk lingkup Kota Bandung dan sekitarnya berlangsung kurang lebih 80 persen. "Saya bersyukur dapat melihat gerhana ini, walaupun hanya dengan kacamatan khusus ini", ujar salah seorang pengunjung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus