Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tirta Jabar Kembangkan Dua Pembangkit Tahun Depan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15466.jpg

    GARUT-PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar), BUMD Pemprov Jabar, akan terus ekspansi tahun depan dengan target pemasangan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) kapasitas 7 MW.

    Direktur Utama PT Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman mengatakan pihaknya harus ekspansif karena pasar layanannya sudah pasti yakni PT Perusahaan Listrik Negara.

    "UU Kelistrikan menggariskan bahwa PLN wajib membeli listrik dari swasta, apalagi BUMD seperti kami. Jadi, kami akan terus kembangkan PLTM setelah hari ini," katanya setelah Peresmian PLTM di Cirompang, Kec. Bungbulang, Kab. Garut, Senin (28/12).

    Menurut dia, program pemerintah menambah pasokan listrik sebesar 35.000 MW tidak mungkin dipenuhi dari pembangkit milik PT PLN sendiri. Diperlukan sinergi dengan pihak ketiga, yang sekalipun jumlahnya banyak, tidak bisa serta merta meningkatkan pasokan.

    Tirta Jabar sendiri hari ini meresmikan PLTM Cirompang, yang sudah memiliki power purchasing agremeent (PPA) dengan PT PLN Jabar untuk menyerap 8 MW yang dihasilkan dengan kisaran tarif Rp1200 per KWH.

    "Kontraknya PPA nya lama, hampir sepuluh tahun. Kalau sudah jalan, setiap tahun kami dapat laba bersih Rp 8 miliar. Setelah tahun kelima, setelah break event point, maka laba kami naik jadi Rp 20 miliar per tahun. Jadi kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah-nya cukup signifikan," katanya.

    Dengan nilai investasi US$20 juta, pihaknya menilai investasi setinggi itu sepadan. Sebab, investasi bisa dikerjasamakan dengan lembaga keuangan sementara hasil yang diberikan pasti diserap pasar.

    "Karenanya setelah membangun proyek PLTM Cirompang 8 MW, kami akan mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang. Masing-masing berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas total sekitar 7 MW," katanya.

    Pengembangan PLTM tersebut diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 180 Miliar melalui kerjasama dengan perusahaan terkemuka dalam bidang energi baru terbarukan.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus