Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty: Ibu Tumpuan Keluarga dalam Membeli Produk Makanan

    https://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15292.jpg

    KOTA BANDUNG -- Perempuan haruslah cerdas dalam mencari dan memperoleh makanan dan obat yang diperoleh. Terlebih, mayoritas transaksi produk tersebut di dalam rumah tangga dilakukan kaum ibu, sehingga sebagai konsumen, harus cerdas dalam membeli produk/jasa. 
    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan, perempuan harus selektif, terutama dalam mencari kandungan gizi produk yang dibeli. Gizi penting yang harus diberikan bukanlah setelah dilahirkan, tetapi pada saat pembuahan dan kehamilan, sehingga orang tua harus membeli makanan sehat dan bergizi.

    "Sebagai konsumen, ibu juga tidak boleh luput dari pengawasan makanan yang dibeli. Kita harus ikut peduli soal cara pembuatan, penggunaan pewarna tekstil pada makanan yang menarik perhatian konsumen, masa kadaluarsa, dan tingkat kebersihan dan kemasan. Termasuk soal penyajian dan zat berbahaya seperti boraks, metanol, dan yellow," tambahnya pada Diseminasi Perlindungan Konsumen bertemakan, "Ibu Sebagai Penentu Strategus Pemilihan Produk Sehat Untuk Keluarga" di Gedung PKK Provinsi Jawa Barat, Selasa (15/12).

    Acara tersebut dihadiri antara lain Sekretaris Disperindag Provinsi Jawa Barat Sri Endang Marwati, Kepala Badan Konsumen Nasional Jawa Barat Firman, serta perwakilan PKK dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Bertindak sebagai narasumber Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Yudi dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Jawa Barat Apep Temy.

    Nettu menambahkan, faktanya pembelian produk berbahaya oleh kaum ibu masih terjadi imbas minimnya pengetahuan, rendahnya kesadaran, rendahnya daya beli, dan minimnya pengawasan. Karena itulah, ibu sebagai pembuat keputusan, manager keuangan, juru masak keluarga, dan pendidik generasi, harus terus cerdas dalam meminimalisir potensi bahaya. 

    Di sisi lain, kata dia, ibu juga bisa memberikan solusi dengan mengedukasi anggota keluarga dan memberi contoh seperti menyiapkan sajian makanan sehat dan bergizi. Kemudian melakukan pembiasaan pendampingan dan pengawasan serta menginisiasi kantin sekolah sehat bersama orangtua murid.

    Sekretaris Disperindag Provinsi Jawa Barat Sri Endang Marwati mengatakan sesuai dengan UUD Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, konsumen mempunyai beberapa hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa. 

    Juga, hak memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan, hak untuk diberlakukan atau dilayani secara benar dan jujur tidak diskriminatif, serta hak mendapatkan kompensasi sesuai dengan perjanjian dan hak lainnya.

    "Peningkatan pengawasan pada pengamanan perdagangan dalam negeri agar terwujudnya kepastian hukum. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar barang yang beredar dapat memenuhi keselamatan, keamanan kesehatan dan dan lingkungan (K3L) serta layak digunakan dan dikonsumsi masyarakat," lanjutnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus